Gallery

Bagaimana Cara Mengoptimalkan Komposisi Portfolio?

Andaikan kita telah melakukan analisis terhadap suatu saham dan menemukan beberapa saham yang menarik dan akan dimasukkan ke dalam portfolio. Pertanyaan yang mungkin terpikir adalah: Berapa persen komposisi masing-masing saham pilihan di dalam portfolio?

Cara paling mudah adalah dengan:

  1. Memberikan bobot yang sama untuk masing-masing saham di dalam portfolio, atau
  2. Memberikan bobot lebih tinggi pada saham yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi.

Cara-cara tersebut memang mudah dan di dalam banyak kasus dapat memberikan keuntungan yang memuaskan.  Jika Anda tidak ingin berhenti di situ dan ingin mencoba mengeksplorasi lebih jauh, ada sebuah metode untuk menentukan proporsi optimal saham-saham di dalam portfolio.

Idenya adalah mencari komposisi portfolio yang bisa memberikan reward to risk tertinggi. Untuk mengukur reward to risk, kita mempergunakan Sharpe Ratio –> (imbal hasil saham – risk free return) / standar deviasi. Risk free return pada contoh adalah BI rate yang melambangkan instrumen investasi dengan risiko sangat rendah.

Yang kita butuhkan adalah:

  1. Data imbal hasil bulanan masing-masing saham
  2. Risk free rate

Setelah itu, susun datanya ke dalam tabel seperti di bawah ini. File excel bisa diunduh di http://www.4shared.com/file/rQIlquEA/Portfolio_Optimal.html

Row 15-31 sengaja saya sembunyikan agar dapat melihat secara keseluruhan. Ada tiga saham yang saya jadikan contoh, yaitu TSPC, UNVR, dan KLBF. Secara default, saya memberikan komposisi untuk masing-masing saham tersebut secara berturut-turut 20%, 30%, dan 50%. Dengan komposisi tersebut portfolio kita diharapkan bisa memberikan imbal hasil sebesar 5.30% (per bulan) dan standar deviasi sebesar 7.12%. Sharpe ratio portfolio untuk komposisi tersebut adalah sebesar 0.68.

Formula di masing-masing cell dapat dilihat pada gambar berikut:

Risk free rate adalah 5.75% (tahunan) atau 0.47% (bulanan).

Lalu bagaimana menghitung komposisi optimal yang bisa memberikan reward to risk tertinggi? Kita akan mempergunakan Solver, sebuah add-in dari Microsoft Excel.

Untuk mengakses Solver, di Excel pilih Data –> Solver

Akan muncul window berikut. Isikan sesuai dengan gambar berikut.

Setelah selesai mengisi, klik tombol Solve. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Terlihat bahwa komposisi optimal portfolio kita dapat dicapai dengan memberikan bobot pada TSPC sebesar 17.22%, UNVR 45.14%, dan KLBF 37.64%. Dengan komposisi tersebut, kita berharap akan mendapatkan imbal hasil sebesar 4.58% dan Sharpe Ratio sebesar 0.7. Terlihat bahwa Sharpe Ratio lebih tinggi dari kondisi sebelum optimalisasi

Silakan mencoba🙂

File Excel dapat diunduh di: http://www.4shared.com/file/rQIlquEA/Portfolio_Optimal.html

Walaupun cara ini hanyalah pendekatan kasar, paling tidak kita bisa mendapatkan estimasi proporsi yang cukup baik.

4 thoughts on “Bagaimana Cara Mengoptimalkan Komposisi Portfolio?

  1. @Tris
    Itu kita sendiri yang menentukan. Nantinya weight tersebut yang akan dioptimalkan.

    @Kara
    Terima kasih untuk koreksinya.

    @Halim
    Ya hitung sendiri dari harga saham🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s