Gallery

Digitalisasi Newsweek: Awal dari Berakhirnya Era Kertas?

Sumber: Talking Biz News

Hari Kamis lalu Newsweek mengumumkan bahwa edisi Desember akan menjadi edisi cetak terakhir dari majalah tersebut. Newsweek terbit pertama kali pada tahun 1933 yang berarti usianya sudah 79 tahun.

Meningkatnya penggunaan internet sebagai media untuk mendapatkan berita terbaru seperti yang diutarakan oleh editornya, Tina Brown, telah mencapai titik yang efektif dan efisien untuk bertransformasi ke dunia digital. Versi digital akan muncul di awal tahun 2013 dengan nama Newsweek Global yang bisa didapatkan dengan cara berlangganan.

Memegang majalah atau surat kabar yang dicetak di kertas adalah sebuah pengalaman tersendiri yang tidak terbayangkan akan tergantikan oleh media lain. Sayangnya, perkembangan internet dan tablet telah mengubah itu semua. Berapa banyak dari kita yang masih berlangganan surat kabar atau majalah? Saya sendiri mungkin hanya sesekali membeli majalah ketika ada topik yang menarik. Selebihnya saya mendapatkan informasi dari internet. Lagi pula, sudah banyak surat kabar dan majalah yang menerbitkan versi digital dari terbitannya yang bisa dengan mudah kita baca di tablet atau laptop.

Serbuan dari internet bukannya tidak mendapatkan perlawanan dari kubu cetak. Agar pembaca tetap tertarik dengan versi cetak, beberapa surat kabar berusaha menyajikan beritanya dengan gaya narrative journalism. Intinya, mereka berusaha meningkatkan kualitas tulisannya dan memberikan sisi pandang lain dari sebuah berita. Sayangnya hal tersebut sepertinya akan sia-sia karena siapa yang bisa menghalangi gaya yang sama diterapkan di versi digital?

Gadget terbaru dirancang agar penggunanya dapat membaca dengan nyaman. Berbagai macam teknologi telah ditawarkan untuk tujuan tersebut dan dari hari ke hari penggunanya terus meningkat. Internet memiliki tiga keunggulan utama yang tidak dimiliki oleh versi cetak yaitu kecepatan penyajian berita, kecepatan penggandaan dan pendistribusian, serta adanya interaksi dengan pembacanya. Oleh karenanya, perlahan tapi pasti kenyamanan yang ditawarkan oleh media cetak mulai digeser oleh internet.

Terlihat pada grafik di atas, jumlah pelanggan majalah mulai menurun sejak tahun 2008 sementara untuk penjualan eceran malahan sudah sejak lama menurun. Gartner memprediksi pada tahun 2012 penjualan tablet akan mencapai 119 juta unit dan pada tahun 2016 akan mencapai 369 juta unit.(Gartner adalah perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang riset dan penasihat teknologi informasi). Ancaman terhadap penerbit berbasis kertas semakin terlihat nyata.

Sebenarnya Newsweek bukanlah media pertama yang memutuskan untuk berpindah total menjadi digital. Bulan lalu majalah SmartMoney pun telah sepenuhnya berubah menjadi digital. Kebesaran nama Newsweek lah yang membuat berita ini mengejutkan banyak pihak.

Kita telah menyaksikan kematian telegram yang digantikan oleh SMS. Kita juga telah menyaksikan bagaimana peran surat telah digantikan oleh e-mail. Apakah era kertas akan mengakhiri masa kejayaannya?

One thought on “Digitalisasi Newsweek: Awal dari Berakhirnya Era Kertas?

  1. Era kertas sudah lama berakhir, mungkin saya pernah singgung di artikel yang lama soal naiknya tablet dan smartphone menggantikan pc, apa saya lupa nulis ya. Ya intinya sekitar itu lah, mulai terbaca itu ketika PC Magazine kolaps beberapa tahun yang lalu hampir bersamaan dengan Far Eastern Economics Review yang merupakan majalah langganan saya dulu di Bangkok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s