Gallery

Facebook dalam Perspektif Investor

Pada tanggal 18 Mei 2012, Facebook untuk pertama kalinya menerbitkan sahamnya bagi publik. Facebook menerbitkan 180 juta lembar saham sementara  dalam kesempatan yang sama pemilik lama menjual 241 juta lembar saham. Jadi, pada saat IPO terdapat total 421 juta lembar saham yang ditawarkan ke publik. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg menjual 30,2 juta lembar saham dari 60 juta lembar saham yang dimilikinya pada saat IPO.

Saham Facebook ketika IPO dibuka di harga $38. Artinya, dari 180 juta lembar saham yang diterbitkan, Facebook akan memperoleh dana segar sekitar $6,8 miliar dan pemilik lama akan memperoleh hasil penjualan sebesar $9,1 miliar. Dari penjualan 30,2 juta saham miliknya, Zuckerberg sendiri memperoleh sekitar $1,1 miliar atau sekitar 10,9 triliun rupiah dana segar.

Facebook merupakan sebuah fenomena dan menjadi salah satu contoh kesuksesan sebuah perusahaan startup. Cerita tipikal tentang perusahaan startup yang diawali dari kamar ataupun garasi yang dengan cepat menjadi raksasa juga dialami oleh Facebook. Sebelum IPO, Facebook memiliki brand equity yang sangat kuat. Facebook adalah icon dari social media. Facebook adalah sebuah entitas raksasa yang memiliki 901 juta pengguna aktif. Setiap harinya, sekitar 3,2 miliar komentar dan ‘likes’ dilontarkan oleh penggunanya.

Yang menjadi masalah adalah harga penawaran saat IPO. Pada harga $38 per lembar, PER Facebook adalah sekitar 100x. Secara intuitif, sebagai investor kita mungkin tidak merasa nyaman karena dengan estimasi pertumbuhan laba bersih sebesar 26,91%, kita harus mencari justifikasi lain untuk PER yang setinggi itu.

Kita tahu Facebook adalah sebuah fenomena. Pada kurun waktu dari Maret 2007 hingga Maret 2012, jumlah penggunanya tumbuh dari 197 juta menjadi 901 juta atau sekitar 357%. Yang menjadi pertanyaan, akankah ke depannya Facebook mampu untuk tumbuh secepat itu? Dengan jumlah pengguna sebesar hampir 1 miliar, seberapa yakinkah kita Facebook akan tumbuh dan menghasilkan laba yang bisa menjustifikasi tingginya PER.

Hal ini bukannya tidak ditangkap oleh para investor. Sejak IPO, harga saham Facebook terus turun dari $38 menjadi hanya $19,16 pada perdagangan semalam. Investor yang membeli saham Facebook saat IPO telah mengalami kerugian hampir 50%

Apa pelajaran yang bisa kita dapatkan

Nama besar bukan jaminan. Sebagai sebuah perusahaan, Facebook akan dinilai secara logis dan sepertinya pihak manajemen harus bekerja ekstra keras untuk meyakinkan para investor bahwa perusahaannya memang layak dinilai semahal itu. Sedikit saja ada kesalahan langkah akan membuat harga sahamnya terancam. Facebook mungkin cocok bagi investor yang berani namun mungkin tidak untuk investor konservatif yang selalu berusaha untuk menekan risiko.

4 thoughts on “Facebook dalam Perspektif Investor

  1. Artinya, dari 180 juta lembar saham yang diterbitkan, Facebook akan memperoleh dana segar sekitar $6,8 juta dan pemilik lama akan memperoleh hasil penjualan sebesar $9,1 juta. Dari penjualan 30,2 juta saham miliknya, Zuckerberg sendiri memperoleh sekitar $1,1 juta atau sekitar 10,9 triliun rupiah dana segar.

    Pak, itu miliar kan? bukan juta? hehe.

    nice article….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s