Gallery

ROE dan Pertumbuhan Laba

Sebagai investor saham, klaim kita terhadap suatu perusahaan terletak pada ekuitas yang merupakan sisa dari aset setelah dikurangi oleh seluruh kewajibannya. Oleh karena itu, pertumbuhan nilai ekuitas merupakan aspek yang sangat penting untuk kita perhatikan.

Secara normal, nilai ekuitas akan tumbuh dengan mengakumulasikan laba yang diperoleh dari bisnisnya. Laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen akan menjadi tambahan terhadap nilai ekuitas. Jika perusahaan dapat terus menghasilkan keuntungan, terlebih apabila terus meningkat, nilai ekuitas pun akan terus bertambah. Tentu saja porsi laba yang akan menjadi tambahan bagi ekuitas adalah laba yang tidak dibagikan sebagai dividen. Laba ditahan tersebut dapat dipergunakan oleh perusahaan sebagai tambahan modal untuk berekspansi sehingga di masa mendatang laba akan terus tumbuh.

Sampai di sini kita sudah berbicara tentang ekuitas, pertumbuhan laba, dan dividen. Secara intuitif kita akan menghitung persentase laba terhadap ekuitas sebagai imbal hasil bagi kita sebagai investor saham. Persentase tersebut biasa disebut dengan ROE (Return on Equity).

Dengan sekian banyaknya istilah yang sudah diperkenalkan di atas, kita akan memperoleh gambaran lebih jelas apabila menuangkannya ke dalam satu persamaan.

g = (1 – dividend payout ratio) x ROE

Di mana g adalah pertumbuhan laba bersih dan dividend payout ratio adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan menjadi dividen.

Umumnya, dividend payout ratio (DPO) akan bernilai antara 0 dan 100%. Nilai DPO 100% menandakan bahwa seluruh laba bersih dibagikan menjadi dividen sedangkan nilai DPO 0 (nol) menandakan bahwa keseluruhan laba bersih ditahan dan menjadi tambahan bagi nilai ekuitas.

Berdasarkan penjelasan tersebut, terlihat bahwa pertumbuhan laba akan dibatasi oleh besarnya ROE. Semakin sedikit dividen yang dibagikan, semakin besar potensi pertumbuhan laba di masa depan karena semakin besar bagian dari laba bersih yang dipergunakan untuk menambah modal usaha.

Seperti yang telah saya utarakan sebelumnya, ROE akan menunjukkan kepada kita seberapa besar imbal hasil bisnis terhadap ekuitas yang merupakan hak kita sebagai investor saham. Sayangnya, ROE tidak bisa menjelaskan seandainya perusahaan menambah modal dengan berutang. Jika perusahaan berutang, dana yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk ekspansi dan jika dikelola dengan baik, ujung-ujungnya akan meningkatkan laba bersih sehingga ROE pun naik. Oleh karena itu, sebaiknya kita jangan hanya terpesona oleh tingginya ROE tanpa melihat seberapa besar utang yang dimanfaatkan sebagai leverage untuk mendongkrak laba bersih. Berkenaan dengan hal tersebut, kita dapat mempergunakan debt to equity ratio (DER) sebagai alat kontrol.

Walaun begitu, secara umum ROE dapat menjadi patokan awal kita untuk mengetahui perusahaan mana yang bisa memberikan keuntungan lebih besar kepada investornya. Nilai ROE yang lebih besar daripada 15%-20% sudah cukup bagus bagi investor. Dengan pengelolaan distribusi dividen yang tepat, perusahaan akan tetap tumbuh lebih besar dari GDP.

2 thoughts on “ROE dan Pertumbuhan Laba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s