Gallery

ROTI: Complementing Rice

Orang Indonesia identik dengan nasi. Mengenai hal tersebut kita semua sudah mafhum. Walaupun di beberapa daerah bahan makanan pokoknya bukan nasi, secara umum dapat dikatakan makanan pokok orang Indonesia adalah nasi. “Jika belum makan nasi serasa belum makan”. Mungkin hanya kita, orang Indonesia yang memahami makna ungkapan tersebut.

Jika kita mencoba untuk memandang dari sisi lain, hal ini sebenarnya merupakan sebuah peluang. Jika sebagian besar orang Indonesia makan nasi, itu berarti porsi konsumsi bahan makanan lainnya cukup rendah. Hal ini tidak terlepas dari pandangan yang tertanam sejak dahulu kala bahwa roti itu makanan orang mapan, makanan orang berpunya.

Jika kita melihat kondisi saat ini, pernyataan tersebut menjadi kurang relevan karena harga roti semakin lama semakin terjangkau dan daya beli masyarakat Indonesia pun terus meningkat, paling tidak di level middle class.  Hal tersebut menjadi indikasi bahwa pasar untuk roti masih terbuka lebar.

Walaupin begitu, dominannya nasi sebagai bahan makanan pokok merupakan faktor yang sangat penting yang harus dipertimbangkan sebelum mencoba untuk memberikan alternatif pengganti atau paling tidak pelengkap. Salah satu contoh yang bagus adalah mi instan. Beberapa dekade yang lalu kita tidak mengenal mi instan dan bagaimana kondisi saat ini? Pernahkan Anda menjumpai warung yang tidak menjual mi instan? Mungkin ada, akan tetapi sangat sedikit jumlahnya. Mi instan telah berhasil masuk ke pasar Indonesia tanpa harus menggusur nasi sebagai makanan pokok.

Bagaimana dengan roti? Apakah roti bisa sesukses mi instan? Ada kemungkinan bisa akan tetapi butuh proses. Dengan melihat banyaknya tukang roti keliling saja saya bisa membayangkan bahwa roti sebenarnya bisa menjangkau kalangan yang cukup luas. Banyak sekali merk roti yang beredar di pasaran, di antaranya Sari Roti. Kelebihannya di bandingkan dengan produsennya adalah cakupan geografisnya yang sangat luas. Sampai saat ini saya belum pernah menemukan produsen roti yang distribusinya berskala nasional dan bukan hanya lokal.

Hal lain yang lebih menarik adalah bahwa Sari Roti terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode: ROTI.

Terus terang saja saya biasanya saya jarang melirik saham-saham yang baru saja IPO (Sari Roti melakukan IPO pada bulan Juni 2010.) Namun kinerja historis ROTI yang cemerlang membuat saya penasaran untuk mempelajarinya dengan lebih mendalam.

Pertanyaan pertama saya adalah apakah alasan ROTI melakukan IPO?

Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita coba melihat kinerjanya selama beberapa tahun belakangan.

Terlihat bahwa pertumbuhan laba bersih dan operating cash flow-nya cukup mengesankan. Dengan ROE yang selalu berada di atas 20% selama 5 tahun terakhir membuat ROTI semakin menarik. Lalu apa yang membuat ROTI melakukan IPO pada tahun 2010? Pada tahun 2008, total debt to equity ROTI semakin membengkak dan mencapai 1.36x. Besarnya utang ini akan menjadi penghambat perusahaan dalam mencari modal untuk melakukan ekspansi. Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, tingkat konsumsi roti masyarakat Indonesia masih cukup rendah.

Dalam prospektus IPO, disebutkan bahwa 75% dana hasil IPO akan dipergunakan untuk ekspansi sedangkan 25% sisanya akan dipergunakan untuk membayar utang bank. Bagi saya keputusan untuk IPO ini cukup tepat karena akan membuatnya lebih lincah dan mendapatkan tambahan tenaga untuk tumbuh. Efek dari IPO cukup terasa. Pada tahun 2010, total debt to equity ratio ROTI turun drastis menjadi hanya 0.25x sementara itu laba bersihnya terus meningkat dengan pesat dengan CAGR 5 tahun sebesar hampir 60%.

Hal yang cukup mengganjal adalah tingginya PER yang mencapai sekitar 40x. Walaupun begitu, dengan CAGR laba bersih 60% dan potensi pasar yang masih terbuka lebar (baru di Jawa dan Sumatra), bukan tidak mungkin investasi pada emiten ini akan menguntungkan.

Anyway, sebagai investor tentunya kita ingin mendapatkan harga yang murah. PER 40x memang terlihat sangat tinggi dan tidak ada salahnya kita menunggu harganya menjadi lebih murah untuk mengurangi risiko.

Dalam jangka panjang, waktu akan menjadi teman kita🙂

Disclaimer is on.

One thought on “ROTI: Complementing Rice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s