Gallery

Antara Growth Stock dan Growth Company

Sumber: kimbocrafts.blogspot.com

Jika dibaca sekilas mungkin kita tidak akan menyadari perbedaan antara growth stock dengan growth company. Sebenarnya, kedua istilah tersebut mempunyai makna yang berbeda. Growth stock adalah saham yang harganya terus tumbuh sementara growth company adalah saham yang labanya terus tumbuh. Jika kita mencari mudahnya tentu akan menyukai growth stock. Apapun sahamnya yang penting harganya naik terus hehehe. Benar juga, siapa yang tidak mau saham seperti itu?

Jika Anda menyukai analisis teknikal tentu sangat memahami apa yang disebut dengan growth stock walaupun dengan menggunakan istilah yang berbeda. Growth stock biasanya ditandai dengan adanya chart yang uptrend, sangat sederhana. Higher high, higher low. Banyak sekali trader yang dapat mengambil keuntungan dengan mengambil posisi pada saham yang uptrend. Dengan risk management yang baik, maka risiko kerugian ketika harga saham jatuh dapat ditekan.

Kenyataannya, sebagian besar saham yang harganya naik terus dari tahun ke tahun juga merupakan growth company. Ada juga saham yang harganya naik terus tanpa dibarengi dengan kinclongnya kondisi fundamentalnya. Berdasarkan pengalaman saya, saham-saham seperti ini mengandung risiko yang sangat besar karena tanpa dibarengi dengan kenaikan laba, kenaikan harga saham dalam jangka panjang akan membuat P/E ratio menjadi bengkak dan rentan pecah sewaktu-waktu. Kenaikan harga saham dalam jangka panjang harus diiringi dengan pertumbuhan labanya.

Lalu apa bedanya kita mengikuti growth stock dengan growth company? Ada. Jika kita memahami bagaimana suatu perusahaan tumbuh serta mengetahui sumber bahan bakarnya, maka kita dengan segera akan tahu ada hal yang ganjil ketika harga sahamnya jatuh. Jika harga sahamnya jatuh tak terkendali karena terseret oleh kondisi pasar yang kurang kondusif walaupun bisnisnya masih ok ok saja, saham tersebut bukanlah lagi growth stock namun tetaplah growth company. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi kita untuk memungutnya dengan harga yang jauh lebih murah daripada sebelumnya. Terus terang saja, memungut barang murah ketika market sedang hancur adalah benar-benar melawan dorongan alamiah kita. Selalu ada kekhawatiran market akan tertekan lebih dalam lagi dan kita akan ikut terseret. Yang kita butuhkan adalah conviction bahwa kondisi fundamentalnya tidak akan mengalami masalah ke depannya serta kekuatan mental untuk mulai mengumpulkan kembali.

Seperti yang kita ketahui, saat ini market sedang mengalami koreksi yang cukup dalam dan tidak menutup kemungkinan untuk jatuh lebih dalam lagi. Tidak ada yang bisa menjamin kapan market akan kembali naik. Sebagai seorang investor, satu hal yang harus kita pegang adalah bahwa bisnis yang bagus akan terus melaju. Saat ini seharusnya kita telah selesai melakukan valuasi untuk mengetahui apakah harga saham sudah cukup murah untuk dibeli.

Apa yang saya lakukan ketika pasar mengalami turbulensi? Biasanya selain melakukan valuasi dana analisis, saya juga memanfaatkannya untuk mempelajari hal baru. Selalu ada pelajaran di setiap gejolak di pasar. Jika badai sudah mulai mereda, saya akan mulai memilih-milih saham yang akan dikoleksi. Hal tersebut mudah dikatakan namun sulit untuk dilakukan. Yang dapat kita lakukan adalah belajar dan terus belajar karena kebodohan akan terus terjadi dan kita harus mencari cara untuk tidak mengulangi kebodohan yang sama.

5 thoughts on “Antara Growth Stock dan Growth Company

  1. Pak Parahita, uda lama ya g muncul artikel tentang valuasi, saya lagi nunggu2 buat perbandingan dengan punya saya. Saya banyak belajar dari blog ini ilmu fundamental, thanks sharing ilmunya. O ya, terlepas dari adanya orang yg menyalahkan blog ini pada saat dia rugi, saya sadar semua keputusan adalah tanggung jawab sendiri. Bravo…

  2. Pak parahita, boleh request gak?
    Klo boleh mohon posting valuasi BBRI,ASII,ASRI dong, untuk perbandingan dg valuasi saya…
    Trims.

  3. @Davi sukses
    Ditunggu ya🙂

    @didik sugianto
    Boleh dipaparkan hasil valuasinya di sini. Nanti kita bahas bareng2

  4. maaf bapak baru sempat baca, saya biasanya menggunakan analisis PER untuk valuasi saya (data saya ambil dari reuters):
    BBRI: dari lap.keu Q1 EPS = 699(disetahunkan) rentang PER= 9,41 – 18,73 –> rentang harga= 6500-13000
    ASRI: EPS = 70,32(disetahunkan) rentang PER= 13,66 – 168(tidak sy pakai) –> valuasi= 960
    ASII: EPS= 459(setelah stock split) rentang PER= 4,6 – 16,8–> rentang harga= 2100-7700

    strategi saya untk masuk: untuk ASRI dan ASII saat harganya di kisaran 70% dari harga tertingginya ASRI=670(saat ini sedang mencicil, karena menurut saya ASRI sangat undervalue), ASII saya sedang menunggu diarea 5400(berharap.com) sedangkan untuk BBRI saat ini mencicil diharga <6000 (saya terpaksa mencicil, karena saya baru punya uang bila telah gajian…he..he)
    mohon koreksi dari pak parahita, trims..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s