Gallery

Memahami Valuasi Saham dengan Visualisasi

Jika Anda sudah membaca artikel tentang metode valuasi saya di: http://parahita.wordpress.com/2008/11/15/bagaimana-cara-menentukan-harga-wajar-saham/ , penjabaran visualnya ada pada gambar di atas.

Sumbu vertikal adalah harga saham sedangkan sumbu horisontal adalah waktu. Sejalan dengan growth, harga saham akan terus naik dari tahun ke tahun kemudian kita cari rate kenaikannya untuk mendapatkan harga saat ini. Rate kenaikan tersebut itu yang disebut dengan expected return.

Cara pandang lain adalah dengan mencari present value dari total price 5 tahun mendatang sehingga kita mendapatkan fair value untuk saat ini. Jika pada harga saham saat ini masih terdapat Margin of Safety (Mos)  yang cukup, besar kemungkinan saham tersebut layak untuk dikoleksi.

Jika dilihat lebih detil, terlihat bahwa selama harga saat ini (actual price) masih di bawah 5 yrs target total price, maka kita masih akan mendapatkan keuntungan walaupun tentu saja dengan rate of return lebih rendah. Kesimpulannya, semakin rendah harga beli kita, semakin besar potensi keuntungannya (ya iyalah…).

Gambar di atas menunjukkan skenario dari sebuah valuasi. Tingkat keberhasilannya sangat bergantung pada akurasi asumsi inputnya. Beberapa titik kritis dalam melakukan valuasi adalah:

  1. Kestabilan growth. Semakin stabil historical growth, semakin besar peluang sebuah saham akan berperilaku sama ke depannya. Perusahaan biasanya bisa mempertahankan growth sampai dengan 25% dalam jangka panjang namun untuk keperluan valuasi sebaiknya ditekan ke 15% saja.
  2. Akurasi penentuan risk premium. Risk premium akan menentukan seberapa besar diskon kita atas nilai saham.
  3. Harga pembelian. Untuk menghindari kesalahan perhitungan dan asumsi, sebaiknya kita menyediakan MoS yang cukup.
  4. Perhatikan historical PER. Usahakan untuk bersikap sekonservatif mungkin. Asumsi PER yang terlalu tinggi akan menyebabkan kita terjebak ketika pasar berperilaku esktrim (misalnya pada saat terjadi booming atau crash).

3 thoughts on “Memahami Valuasi Saham dengan Visualisasi

  1. Saya suka dengan visualisasi Anda, metode valuasi sangatlah bersifat subjektif. Setiap analis punya asumsi yang berbeda pada saat mereka meramalkan harga wajar saham. Saya lebih senang meramalkan arus kas bebas perusahaan ketimbang EPS(Earning Per Share). Dimana rumus arus kas bebas(Net Income + Depreciation + Amortization – Change In Working Capital – Capital Expenditure) dari ini ketahuan berapa keuntungan sebenar-benar nya masuk ke kas perusahaan. Penyajian informasi laporan keuangan emiten berbasis akrual. Harus di breakdown apa saja sumber pendapatan mereka. Berhati-hati lah dengan perusahaan yang mempunyai account laba(rugi)yang belum terealisasi dari investasi efek. Jika account ini menunjukkan laba signifikan besar perhatikan kapitalisasi pasar efek yang dimiliki perusahaan tersebut.

  2. Pingback: Bagaimana Cara Menentukan Harga Wajar Saham? | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s