Gallery

Amati Perusahaan Yang Melakukan Stock Buyback (Bagian 1)

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan bahwa salah satu cara untuk mengurangi kas yang menumpuk adalah dengan melakukan stock buyback. Pada kondisi normal, perusahaan akan menggunakan kas untuk melakukan ekspansi. Walaupun begitu, ada kalanya potensi ROI (Return on Investment) apabila berekspansi lebih kecil daripada keuntungan yang perusahaan saat ini. Pada kondisi tersebut akan lebih bijaksana bagi manajemen untuk melakukan stock buyback.

Secara intuitif mudah dipahami bahwa stock buyback akan mengurangi jumlah saham beredar sehingga menyebabkan kenaikan EPS (Earnings per Share). Lebih lanjut, kenaikan EPS akan menyebabkan P/E ratio turun sehingga perusahaan terlihat lebih murah. Dengan adanya stock buyback, laba yang diperoleh perusahaan dibagikan kepada lebih sedikit investor sehingga meningkatkan kekayaan mereka.

Alasan lain untuk melakukan stock buyback adalah mendongkrak harga saham yang jatuh bebas. Ketika bursa saham mengalami crash, sebagian besar saham berguguran. Apabila perusahaan melihat bahwa harga sahamnya sudah terlalu murah, mereka akan melakukan stock buyback. Dengan melakukan stock buyback, perusahaan dapat meningkatkan value bagi investor dengan biaya yang murah. Aktivitas stock buyback biasanya disambut hangat oleh para investor sehingga harga sahamnya terkatrol.

Selain alasan-alasan tersebut di atas, stock buyback juga dapat dipergunakan untuk memperbaiki beberapa rasio keuangan. Bagaimana bisa? Mari kita perhatikan tabel berikut yang menceritakan rencana PT Berani Maju untuk  melakukan stock buyback.

PT Berani Maju memiliki uang tunai yang berlimpah namun tidak mempunyai ide bagus untuk memanfaatkan uang tunai yang dimilikinya untuk berekspansi yang bisa memberikan ROI yang cukup tinggi. Oleh karena itu, PT Berani Maju bermaksud untuk melakukan pembelian kembali terhadap sahamnya. Jika dilihat dari jumlah aset yang besarnya 10 triliun, sepertinya saham PT Berani Maju tergolong ke dalam blue chip.

Saat ini PT Berani Maju memiliki 7 miliar lembar saham beredar dan bermaksud untuk melakukan pembelian kembali atas 600 juta lembar sahamnya. Saat ini sahamnya diperdagangkan dengan harga 2.900 rupiah per lembar sehingga pembelian kembali sahamnya membutuhkan biaya sekitar 1,74 triliun (2.900 x 600 juta).

Dari tabel terlihat bahwa stock buyback tersebut mengubah beberapa rasio keuangannya. Dana untuk melakukan stock buyback diambil dari kas perusahaan sehingga menurunkan current ratio yang sebelumnya bernilai 1,88 menjadi 1,44 setelah buyback dilakukan. Sepertinya kondisi masih terlihat aman. Selain itu, return on assets (ROA) juga naik dari 10% menjadi 12,11%.

Setelah stock buyback, saham beredar akan berkurang. Saham yang telah dibeli dicatat sebagai treasury stock yang bernilai negatif sehingga mengurangi shareholder equity.

Apa implikasi dari berkurangnya shareholder equity?

  1. Debt to equity ratio naik (DER). Terlihat bahwa DER naik dari 1,00 menjadi 1,53. Stock buyback mengakibatkan perusahaan menjadi semakin terlihat berisiko.
  2. Return on Equity (ROE) naik. Terlihat bahwa ROE PT Berani Maju naik drastis dari 20% menjadi 30,67%.

Efek lainnya sebagai akibat dari stock buyback adalah kenaikan earnings per share (EPS) sebagai akibat dari berkurangnya jumlah saham beredar. Akibatnya, P/E ratio pun turun. Pada kasus PT Berani Maju terlihat bahwa P/E ratio turun dari 20,3x menjadi 18,6x. Stock buyback menyebabkan perusahaan terlihat lebih murah dengan nilai laba bersih yang sama.

Dari ilustrasi tersebut terlihat bahwa stock buyback dapat dipergunakan untuk memperbaiki beberapa rasio keuangan. Walaupun begitu, kita tetap harus mewaspadai beberapa rasio yang memburuk seperti current ratio dan debt to equity ratio.

Pada bagian kedua, kita akan mencoba melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan yang melakukan stock buyback pada saat krisis global 2008 terjadi.

Artikel tersebut dapat dibaca di sini.

One thought on “Amati Perusahaan Yang Melakukan Stock Buyback (Bagian 1)

  1. Pingback: Amati Perusahaan Yang Melakukan Stock Buyback (Bagian 2 – Real Case: KLBF) | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s