Gallery

Apakah Profit Margin Harus Setinggi-tingginya? Tunggu Dulu…

Banyak orang yang mengatakan bahwa perusahaan yang memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan lain yang margin-nya lebih rendah. Yah, memang dalam banyak kasus hal tersebut memang benar. Walaupun begitu, tidak selamanya harus seperti itu. Apa maksudnya?

Mari kita perhatikan laporan keuangan perusahaan A dan B berikut ini (angka-angka dinyatakan dalam miliar rupiah).

Berdasarkan angka-angka di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa perusahaan A dan B bagaikan pinang dibelah dua, sama. Benarkah?

Mari kita tambahkan inventory ke dalam tabel.

Nah, sekarang kedua perusahaan tersebut terlihat mulai berbeda.  Inventory A sebesar 10 miliar sementara B, 50 miliar.

Pertanyaannya. Berapakah besar modal A dan B untuk menghasilkan revenue 100 miliar? Jika Anda menjawab bahwa modal mereka adalah COGS-nya, yaitu 50 miliar, coba pikirkan kembali.

Modal A adalah sebesar inventory-nya. Perusahaan A membeli inventory (barang dagangan) 5 miliar berulang-ulang hingga 10 kali dalam setahun. Sementara itu, perusahaan B membeli barang dagangan 25 miliar selama 2 kali setahun.

Jika Anda pemilik perusahaan, Anda lebih suka perusahaan yang mana? Tentu saja perusahaan A, karena dengan modal hanya 5 miliar, Anda bisa memperoleh pendapatan sebesar 100 miliar per tahun. Pemilik perusahaan B harus merogoh kocek 25 miliar untuk membeli barang dagangan dan memperoleh pendapatan per tahun yang sama dengan perusahaan A.

Superioritas perusahaan A akan terlihat manakala di kemudian hari permintaan terhadap produk mereka naik hingga dua kali lipat. Perusahaan B harus merogoh kocek lebih dalam untuk dapat memenuhi permintaan tersebut.

Mari kembali pada profit margin. Ada beberapa jenis industri yang terlihat rendah profit margin-nya. Misalnya adalah retail. Dari hasil tanya sana-sini, saya mendapatkan informasi bahwa margin yang didapatkan oleh beberapa mini market hanya 5%. Terlalu kecil? Bayangkan apabila mereka dengan jumlah stok barang yang sama namun menjualnya dengan lebih cepat.  Istilah umumnya, duit mereka muter lebih cepat. Dengan modal yang minimal namun hasilnya maksimal🙂

One thought on “Apakah Profit Margin Harus Setinggi-tingginya? Tunggu Dulu…

  1. “Nah, sekarang kedua perusahaan tersebut terlihat mulai berbeda. Inventory A sebesar 10 miliar sementara B, 50 miliar.”
    koreksi Pak Parahita, mungkin maksudnya inventory A = 5M, Inventory B = 25M..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s