Gallery

Uang Adalah Alat dan Bukan Tujuan

Saya percaya kalau kita harus hidup hemat. Mengingat betapa garangnya pengaruh inflasi terhadap hasil proyeksi keuangan saya di masa depan, sepertinya hidup hemat sudah menjadi keharusan.  Hanya saja, kita harus bisa membedakan antara hemat dengan kikir. Hemat itu artinya berhati-hati dalam menggunakan sumber daya, termasuk juga uang. Kikir memiliki arti yang sangat berbeda dari hemat. Percaya tidak percaya, kikir itu adalah salah satu manifestasi dari keserakahan (greed). Orang yang kikir  (miser) adalah orang yang berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan hartanya walaupun sampai mengorbankan kenyamanan mendasarnya.

Sebagai contoh, kalau di siang hari jika ingin berhemat kita mematikan lampu. Orang yang kikir tidak hanya akan mematikan lampu di siang hari, namun juga malam hari walaupun risikonya rumah menjadi gelap gulita. Hehehe, itu hanya contoh. Masih banyak lagi contoh yang lain.

Salah satu miser yang terkenal adalah J. Paul Getty, juragan minyak dengan kekayaan sekitar $6 miliar. Sebagai contoh, ia membayar penjaga gerbang rumahnya sekitar $5,6 per minggu dengan alasan bayaran tersebut sesuai dengan berapa kali penjaga tersebut harus membuka dan menutup gerbang.

Miser terkenal lainny adalah Hetty H. Green yang pada tahun 1916 disebut-sebut sebagai wanita terkaya di dunia. Kekayaan yang diwarisinya dari ayahnya sebesar $5 juta berhasil dikembangkannya dalam bisnis menjadi sekitar $100 juta. Salah satu kejadian yang membuatnya terkenal kikir adalah ketika ia terlalu lama mencari klinik gratis untuk mengobati kaki anaknya yang terluka. Akibatnya, kaki anaknya terpaksa diamputasi.

Saya sering berpikir bahwa sesuatu yang tidak seimbang itu akan berakibat kurang baik. Jika kita hidup menderita (karena bergaya hidup terlalu sederhana) padahal memiliki harta benda yang cukup, bagi saya hal yang aneh.  Walaupun mengingat prospek kebutuhan yang sangat besar di masa datang (baca kembali bagian pembuka tulisan ini), bukan berarti kita tidak boleh menikmati hidup.

Ungkapan yang mengatakan bahwa kita seharusnya menjadi tuan dari uang dan bukan uang yang menjadi tuan kita itu sangat benar.  Walaupun pada kenyataannya, hahaha. Susah berkomentar ketika melihat apa yang terjadi di sekeliling kita. Yang pasti, uang seharusnya hanyalah alat dan bukanlah tujuan. Dengan memposisikan diri kita seperti itu semestinya akan membuat hidup kita lebih tenang.

Yang akan saya coba untuk selalu ingat adalah bahwa hidup itu bukan hanya esok hari saja, namun juga hari ini.

3 thoughts on “Uang Adalah Alat dan Bukan Tujuan

  1. Ane setuju hita harus hidup hemat / frugal.
    Salah satu Orang terkaya di dunia, Mr. Warren Buffet juga hidup sederhana dan hemat walaupun kekayaannya melimpah,
    Contohnya rumah yg ditinggal dia adalah rumah yang sama sejak 30 tahun lalu (rumahnya sederhana) dan mobilnya adalah mobil biasa buatan dalam negri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s