Gallery

Antara Kucing dan Keseimbangan di Bursa Saham

Sumber: I Can Has Cheezeburger?

Pagi ini saya membaca sebuah artikel di situs yahoo.com yang berjudul “Jika Seluruh Kucing di Dunia Tiba-tiba Mati”.  Artikel tersebut mengatakan bahwa jika seandainya seluruh kucing di dunia mati atau menghilang, kerepotan yang akan kita hadapi akan jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.  Ketika mulai membaca, saya agak bingung juga. Kita selama ini menganggap bahwa kucing hanyalah hewan peliharaan yang tidak memiliki banyak fungsi seperti anjing. Ternyata anggapan tersebut salah. Kucing telah terbukti sebagai predator yang efisien. Meskipun terbilang jinak, kucing tetap memegang peranan penting di dalam rantai makanan. Di India, tingkat keberhasilan panen padi sangat tergantung pada kemampuan kucing untuk membasmi hewan pengerat seperti cecurut dan tikus.

Saya sendiri sebenarnya masih agak terheran-heran membacanya. Kalau di Jakarta sepertinya malah kucingnya yang takut dengan tikus yang besarnya hampir sama dengannya, hahaha. Yah, itu mungkin hanya di Jakarta saja. Di artikel tersebut juga disebutkan beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kucing berperan besar dalam keseimbangan rantai makanan.

Jika kita menengok bursa saham, sepertinya memang ada semacam keseimbangan di antara para pelaku pasar. Sebagai contoh, seorang investor sangat membutuhkan keberadaan spekulan. Mengapa? Aksi spekulan yang mengandung unsur gambling terkadang akan membuat saham bergerak liar dan mendorong pelaku lainnya menjadi over reacted. Jika tidak ada pergerakan saham yang agak ekstrim seperti itu, seorang investor akan susah untuk mendapatkan saham dengan harga yang murah hehehe.  Ketergantungan juga terjadi antara trader dengan investor. Besarnya dana yang dikelola oleh investor institusi sangat mungkin dapat menggerakkan pasar. Tanpa adanya asupan darah segar ini, volatilitas pasar akan sangat rendah dan tidak menarik bagi para trader yang hobi mengendarai ombak. Cerita kesuksesan besar di bursa saham akan dengan cepat menyebar ke mana-mana walaupun mungkin sebenarnya sangat besar efek kebetulannya atau terlalu dibesar-besarkan. Apapun itu, cerita keberhasilan akan selalu menarik para investor  baru di bursa saham. Tanpa kehadiran mereka, rantai keseimbangan di bursa saham tidaklah lengkap.

Pendeknya, seluruh pelaku pasar apapun stylenya itu sebenarnya saling membutuhkan. Tidak perlu lah berdebat panjang-panjang tentang mana yang lebih unggul antara analisa fundamental dengan analisa teknikal. Kenyataannya, satu sama lain saling membutuhkan agar keseimbangan tetap terjaga.

4 thoughts on “Antara Kucing dan Keseimbangan di Bursa Saham

  1. Teknikal Indikator GMMA = Guppy Multiple Moving Average.
    Guppy membagi dua group Moving Average:
    1) Group Short Period MA diibaratkan Trader Short Term
    2) Group Long Period MA diibaratkan Trader/Investor Long Term atau Big Fund
    Kira2 begitu.

    Nah… trader short term ini yang create volatilitas, karena mereka sering masuk keluar pasar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s