Gallery

Ketika Seisi Desa Menang Lotere

Beberapa hari yang lalu, saya membaca sebuah berita yang menarik di Yahoo! News. Pada berita tersebut diceritakan bahwa pada bulan Desember tahun seluruh penduduk di suatu desa kecil di Spanyol memenangkan lotere kecuali satu orang yang tidak ikut membeli tiket lotere. Para penduduk tersebut secara kolektif membeli tiket lotere dan berhasil memenangkan hadiah sebesar $950 juta. Setelah dibagi rata, tiap-tiap orang mendapatkan sekitar $130.000, kecuali Mr. Mitsotakis yang tidak ikut membeli tiket lotere.

Saya tidak akan membicarakan kesialan dari Mr. Mitsotakis yang tidak mendapatkan rejeki nomplok. Kalau diambil sisi positifnya, paling tidak dia tidak menanggung dosa karena berjudi, hahaha. Walaupun begitu, Mr. Mitsotakis ternyata mendapatkan keberuntungan yang tidak diduga-duga. Seperti yang dikutip dari berita tersebut:

Mr. Mitsotakis said it would have been nice to win. But he has benefited nonetheless. He had been trying to sell some land without much success. The day after the lottery a neighbor called to say he would buy it. The next day another neighbor called. But Mr. Mitsotakis refused to get into a bidding war. “This is a small village,” he said. “You don’t want bad feelings.”

Berkat banyaknya OKB (Orang Kaya Baru) di desa tersebut, dia akhirnya berhasil menjual tanah yang sudah lama tidak laku.

Satu hal lagi yang menarik:

Of course, in a town where everyone is rich, who serves the wealthy? As Mayor Rosa Pons notes, “Some of the ladies talked about going to the hairdresser. But the hairdresser won, too. And she said, ‘I’m not working today.’ So that ended that.”

Jika semua orang menjadi kaya, siapa yang mau bekerja? Tidak ada lagi yang mau menjadi penata rambut atau penyapu jalan. Dugaan saya, kondisi tersebut tidak akan bertahan lama. Uang yang diperoleh dengan mudah biasanya akan habis dengan mudah pula. Selain itu, kemungkinan akan banyak orang yang datang ke desa tersebut untuk menawarkan diri mengisi pekerjaan yang telah ditinggalkan oleh penduduk desa tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s