Gallery

Kategori Saham II: Stalwart

Untuk melanjutkan artikel sebelumnya yang membahas tentang saham-saham yang masuk ke dalam kategori Slow Grower, kali ini kita akan membahas mengenai saham-saham yang masuk ke dalam kategori Stalwarts beserta tips-tips untuk analisisnya.

Adalah Peter Lynch dalam bukunya yang berjudul One up On Wall Street yang menjadi sumber penulisan artikel ini.

Stalwart adalah perusahaan yang sudah berukuran besar dan memiliki market share yang cukup besar. Stalwart akan memberikan kita imbal hasil yang cukup besar tapi tidak terlalu istimewa. Lalu apa gunanya memilih saham stalwart? Perusahaan yang masuk ke dalam kategori ini biasanya cukup tahan terhadap krisis (kecuali untuk saham cyclical) sehingga akan sangat menolong di masa resesi.

Khusus untuk saham stalwart, periksa hal-hal berikut:

  1. Perhatikan aksi-aksi ekspansi yang dilakukannya. Pastikan bahwa ekspansinya tidak akan merusak kinerjanya di masa depan.
  2. Pastikan bahwa growth-nya cukup stabil selama beberapa tahun terakhir.
  3. Perhatikan bagaimana pergerakan harga sahamnya di masa krisis.

Walaupun umumnya stalwart adalah saham-saham yang biasanya dipegang untuk jangka panjang, ada beberapa hal yang harus kita waspadai dan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menjual.

  1.  PEG ratio sudah lebih dari 1
  2. PER sudah terlalu tinggi
  3. Produk baru yang dikeluarkan memberikan kontribusi yang kurang meyakinkan
  4. Tidak ada pembelian saham oleh insiders (pihak manajemen) selama setahun terakhir
  5. Lini usaha andalannya berkinerja sangat buruk di masa krisis
  6. Pertumbuhan melambat

Demikianlah hal-hal yang perlu kita perhatikan apabila ingin berinvestasi pada saham-saham stalwart.

12 thoughts on “Kategori Saham II: Stalwart

  1. @Agus Cahyono
    Saya menggunakan screener dari FT kok
    Sebenarnya ada sih toolsnya (bikinan sendiri) yang bisa import data ke excel.

  2. Bro, kalo yg ditulis Lynch, kategori stalwart kan kisaran growthnya 10-12%. Fast grower yg 20% lebih, nah kok bisa seperti Unilever yg 18% masuk stalwarts, rasanya kurang pas. Growth 15%-20% itu fantastis banget lho bro, apalagi kalo yg diperhatikan growth EPS. Memang per definisi Lynch tidak membahas kategori apa yg punya growth 13-20%. Alasannya gimana bro? Ini yg membuat saya penasaran kemarin, baru saya buka buku One Up lagi, fatanya begitu.

  3. @Arif Widianto
    Setau saya, untuk yang stalwart growthnya 10-20%. kalau 10-12% itu rangenya terlalu terbatas.
    Mengenai Unilever, kalau di Indonesia yang merupakan negara berkembang bahkan yang sudah mulai mature pun bisa growth di atas 15% lho. Kalau negara maju ya wajar jika growthnya tidak setinggi negara berkembang.

  4. Berarti ini definisi stalwarts bukan asli Lynch ya🙂
    Ya kalau per definisi dia di halaman 112, dia bilang “10 to 12 percent annual growth in earnings”. Memang dia sih bilang di beberapa bagian, termasuk summary, ini kategorisasi perusahaan besar. Tapi kategorisasi ini kan memang subyektif, tergantung preferensi masing-masing.

  5. Saran aja sih kalau kaya gini gak usah terlalu kaku. kalau coba pakai 10-12 dapatnya cuma INCO dong🙂 Yang penting paham konsepnya dan coba dicek apakah bener perusahaan2 tsb masuk kategori stalwart? Bener kan?
    Agak aneh kalau stalwarts 10-12% sementara fast grower >20%. Yang 13-19 gak ada kategorinya kalo gitu.

  6. Saya setuju pada konsep dan prinsipnya, cuman tidak setuju langsung ke 19%🙂 hehehehe ngotot!

    Ini kan tujuan akhirnya untuk kategorisasi, yaitu fokus dana portfolio kita. Dengan preferensi masing-masing investor, misal 70% dana di fast growers vs 30% di stalwarts. Mungkin dia bikin 13-19 growth gak masuk karena menurut saya ini masuk ke unsur seninya, unsur subyektifnya. Di area inilah kita bisa fleksibel, apa perusahaan masuk stalwarts atau stalwarts. Bagi saya gak terlalu aneh ada ruang karena di situlah judgment investor berlaku, yang akhirnya berujung pada result investasi nantinya. Khawatirnya 15-19% masuk stalwarts semua, berarti dana kita sedikit di perusahaan kategori ini, padahal performa perusahaan kategori bagus semua🙂

    Senang berdikusi bro.

  7. Berarti 13-19% diabaikan? Hmmm…gak terlalu yakin saya. Memang kalau ngikutin gak perlu harus saklek karena belum tentu yang diikuti juga benar🙂

  8. Kalau saya pribadi, stalwarts itu kan seperti bro bilang di atas, perusahaan dengan market besar, ekspansi terbatas, maka asumsi pertumbuhan kecil.. maka saya setuju per definisi Lynch. Ya kalau dikembangin dikit lagi karena ini konteks Indonesia, bisa aja yang growth 10-14%🙂

    Yang 15-19% jangan diabaikan dong bro, ini masuk kategori baru “Fleksibel Stalwarts-Fast Growers”🙂 Perusahaan kategori ini mungkin bisa tumbuh jadi fast growers, atau jadi stalwarts. Seperti di komentar saya sebelumnya…. terserah preferensi investor masing2 sih mau masukin stalwarts atau fast growers.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s