Gallery

Bagaimana Faktanya? (Bag. 2): Price to Book Value (PBV)

Pada artikel bagian pertama, kita telah mendapatkan kesimpulan bahwa perusahaan dengan PER rendah belum tentu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Secara intuitif bisa dikatakan bahwa pasar akan memberikan toleransi saham-saham dengan kinerja bagus untuk memiliki PER yang tinggi.

Pada artikel kali ini, kita akan berdiskusi dengan rasio yang tidak kalah terkenal, yaitu Price to Book Value (PBV). Jika dengan PER kita menilai perusahaan berdasarkan laba bersihnya, maka dengan PBV kita akan menilai perusahaan berdasarkan nilai ekuitas per lembar sahamnya. Seperti juga PER, orang-orang beranggapan bahwa semakin kecil PBV semakin murah suatu saham. Metode analisisnya serupa dengan metode analisis PER sebelumnya. Mari kita lihat hasilnya.

Sumber: http://www.ft.com & http://www.reuters.com, diolah

Terlihat bahwa hasilnya cukup mengesankan. Saham-saham dengan PBV yang rendah memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham-saham dengan PBV yang tinggi. Kita dapat melihat bahwa saham-saham dengan PBV kurang dari 1 memberikan imbal hasil yang bagus. Kali ini, hasil pengamatan memberikan hasil yang selaras dengan anggapan umum tentang PBV.

Yang perlu diwaspadai adalah bahwa terkadang PBV yang rendah bisa saja diakibatkan oleh penurunan ekuitas yang sangat mungkin merupakan indikasi perusahaan terus merugi. Sebagai pengingat, ekuitas akan bertambah jika

  1. Ada asupan modal baru (biasanya melalui rights issue)
  2. Ada laba ditahan (tidak dibagikan dalam bentuk dividen) yang jika terus terakumulasi akan meningkatkan nilai ekuitas.

Oleh karena itu, apabila perusahaan merugi maka nilai kerugiannya itu akan menggerus nilai ekuitas sehingga PBV terlihat rendah. Jika terus-menerus merugi, bukan tidak mungkin ekuitas akan bernilai negatif sehingga PBV-nya pun negatif.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan asal tabrak saham dengan PBV rendah. Pastikan bahwa kinerja usahanya cukup baik agar tidak ‘kecele’.

Disclaimer is on.

2 thoughts on “Bagaimana Faktanya? (Bag. 2): Price to Book Value (PBV)

  1. Pak prahita, Bagaimana dengan prospek harga saham yg perusahaannya secara fundamental baik dan terus mencetak laba tiap tahun, tetapi tidak pernah/jarang sekali mebagikan deviden. #Terima kasih atas jawabannya.

  2. @Radiv Ahmed
    Kalau perusahaan yang tumbuh dengan kencang memang biasanya sebagian besar laba dipergunakan untuk ekspansi. Untuk perusahaan yang sudah mature dan labanya cukup besar, adanya dividen merupakan salah satu indikasi yang baik untuk menilai GCG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s