Gallery

Sebuah Cerita Tentang Krisis Eropa dari Seorang Sahabat di Belanda

“Euro Crisis Update”. Saat ini ketika keluar istirahat makan siang ketemu para pekerja di sektor “Kebersihan” (Schoonmaak sector) yg sedang berdemo.                                          Foto oleh Roy Marto Tamba

Kemarin sore ketika membuka wall facebook saya, muncul mention dari salah seorang sahabat ketika kuliah dahulu, Roy Marto Tamba. Beliau memasang foto para pekerja kebersihan di Belanda yang sedang berdemonstrasi berkaitan dengan krisis Eropa. Kontan saja saya tertarik karena bisa langsung bertanya pada orang yang menjadi saksi langsung apa yang sedang terjadi di sana. Sebagai informasi, sahabat saya ini walaupun sudah cukup lama tinggal negeri Belanda, seringkali menulis tentang perkembangan Indonesia di facebook-nya. Rindu tanah air rupanya kau Lae🙂

Berikut adalah petikan obrolan saya dengan Beliau di facebook:

Parahita Irawan: Memang Belanda kena krisis juga?

Roy Marto Tamba: Sialnya… Iya. Belanda salah satu negara penyumbang dana terbesar ke Uni Eropa (setelah German dan Perancis). Negeri kecil ini juga kena dampaknya tetapi tidak separah Yunani dan Italy.🙂

Parahita Irawan: Efek di kehidupan sehari-hari apa?

Roy Marto Tamba: Buat siapa dulu bro?Buat mereka yang berdemo tadi atau buat siapa?

Yang pasti iklim usaha masih lamban bergerak bahkan menurut prediksi/proyeksi ekonomi dikatakan bahwa ekonomi bertumbuh menjadi 0,2% di tahun 2012 (setelah sebelumnya malah minus) dan angka pengangguran di tahun 2012 ini naik menjadi 5,3% dan 6% di tahun 2013 (Sumber: De Nederlandsche Bank /Bank Central Belanda). Angka ini tentu saja diakibatkan karena krisis di Eropa yang masih berlangsung telah “memakasa” mau tidak mau, pemerintah Belanda melakukan apa yang dinamakan pengetatan anggaran belanjanya, sebesar 5,5 milyar euro.

Nah, bagi mereka yang terkena langsung dampak krisis ekonomi seperti yang dipecat dari pekerjaan nya, maka untuk sementara mereka akan mendapatkan uang bulanan sesuai UU Tenaga Kerja Belanda. Jumlahnya adalah (rata-rata) 70% dari gaji terakhir sebelum dia dipecat yang diterimanya setiap bulan. Berapa lama dia mendapatkan uang tersebut? Tergantung berapa lama orang tersebut bekerja di perusahaan tersebut (ada hitungan nya) tetapi kalau tidak salah waktunya maksimal 2 tahun (angka 2 tahun ini kalau tidak salah loh ya, pastinya aku harus cek lagi UU nya bro). Lalu, duit nya dari mana? Jawabannya adalah dari instansi asuransi tenaga kerja. Sebelumnya setiap pekerja atas perintah UU Tenaga Keja Belanda, wajib diasuransikan oleh si pemberi kerja jikalau suatu saat tenaga kerja tersebut harus dipecat dari kerjaan nya karena berbagai alasan tertentu termasuk karena alasan krisis ekonomi ini.

Hal ini dimaksudkan agar dalam waktu tertentu pekerja sudah menemukan kerjaan baru selama 2 tahun yang aku maksudkan di atas tadi. Lalu bagaimana setelah 2 tahun, sang pekerja juga belum menemukan kerjaan yang baru?Maka orang tersebut dapat meminta tunjangan sosial ke pemerintah Belanda? Seberapa besar?Sebesar biaya hidup minimum di Belanda?Berapa lama? SE-UMUR HIDUP (setidaknya sampai UU Jaminan Sosial nya tidak berubah di tengah jalan).

Kembali ke pertanyaanmu di atas Hit. Aku harap kamu sendiri bisa menyimpulkan kira-kira apakah yang terjadi di kehidupan sehari-hari buat mereka yang terkena dampak/efek langsung krisis Eropa yang sedang berlangsung sekarang ini. *Tabik*

Parahita Irawan: Kalau baca penjelasannya, sepertinya belanda rentan krisis karena tunjangan hidup yg bisa diberikan pemerintah pasti ada batasnya. Sampai di mana batasnya? Itu yg harus dipelajari lebih mendalam.

Roy Marto Tamba: Untuk Parahita Irawan, batasnya untuk “besaran angka” adalah tidak lebih dari biaya hidup minimal di Belanda. Tetapi kalau yang dimaksud dengan batasan nya adalah “sampai kapan diberi”, ya intinya sampai dia menemukan pekerjaan baru untuk menghidupi dirinya sendiri atau keluarganya. Kalau tidak bisa menemukan ya tetap terus disantun oleh pemerintah.

Aku tidak sependapat dengan mu kalau mengatakan Belanda rantan krisis karena model tunjangan hidup/sosial seperti itu. Belanda dan negara-negara Eropa lainnya yang menganut sistem tunjangan sosial seperti itu sudah berkali-kali menghadapi krisis, dan berkali-kali juga masih hidup dan bergerak sampai saat ini.

Belanda terkenal sebagai negara yang memiliki investasi besar di Luar Negeri (kalau tidak salah 10 negara investor terbesar di dunia). Dan mayoritas investasinya ada di AS jadi jika AS goyang maka riaknya dapat menyentuh perekonomian nya sendiri. Nah kalaupun mau dicari rentan krisis disebebakan oleh apa, maka yang paling logis dan mendekati jawabanya adalah investasinya harus disebar ke berbagai negara dunia yang memiliki prospek perekonomian bagus, jadi tidak menumpuk di satu negara besar seperti AS saja. Ini kalau mau mencari cepat jawaban nya apa.

Parahita Irawan: Ya memang historinya belanda bisa bertahan dari krisis ke krisis. Maksudku ketika tingkat pengangguran semakin tinggi, maka pemerintah harus mengeluarkan budget lebih besar utk memberikan tunjangan. Kalau tidak waspada akibatnya akan seperti Yunani yg rakyatnya hidup dgn standar di atas kemampuan sebenarnya.

Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena negara sebesar AS pun harus berpikir ribuan kali utk meloloskan UU jaminan kesehatan karena berpotensi membebani anggaran negara.

Bagaimanapun Lae, Belanda adl negara maju yg sudah bisa mengatur negara selama berabad-abad sehingga mestinya tidak semudah itu takluk pada krisis.

Aku berharap Indonesia bisa belajar banyak dari negara-negara maju untuk mengatur negeri ini. Indonesia negara kaya Lae, kalau gak, gak bakalan banyak direbutin oleh negara lain. Harapanku gede Lae, Indonesia bisa semaju negara-negara tsb.

Roy Marto Tamba: Aduh mas, harapan mas itulah yang menjadi mimpiku juga kepada negeri tercinta Indonesia.Negaranya kaya raya, orang pintar dan bijak berlimpah, orang beriman dan beragama ada dimana-mana, motivator-motivator ulung di setiap channel saluran TV ada. Lalu apakah aku “berdosa” memimpikan seperti yang Mas harapkan itu? Hmmm… rasa-rasanya tidak!😐

4 thoughts on “Sebuah Cerita Tentang Krisis Eropa dari Seorang Sahabat di Belanda

  1. negara kita bisa. potensi ada, sdm ada. tinggal 1 aja yg musti hilang dr budaya berekonomi dan politik kita: korupsi. harus dihilangkan dulu.kalau blm mau sampai kiamat jga ga akan deh..pray for Indonesia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s