Gallery

Kisah Sebuah Perusahaan Raksasa Bernama IHSG

Dalam melakukan analisis fundamental, kita biasanya berbicara tentang PER, DER, ataupun growth. Pada umumnya, analisis dilakukan terhadap suatu perusahaan. Kali ini saya mempunyai ide untuk melakukan analisis terhadap IHSG dengan mengasumsikan IHSG adalah sebuah perusahaan yang memiliki parameter-parameter tersebut. Sulitkah? Bagi saya sangat sulit karena mengolah data keuangan lebih dari 400 emiten yang terdaftar di BEI pasti akan sangat memusingkan kepala. Walaupun masih banyak lubang di sana sini, saya akan coba memaparkan datanya.

Lalu apakah berguna? Tentu. Dengan melihat seluruh emiten secara komprehensif kita akan dapat memiliki gambaran yang lebih jelas dibandingkan dengan apabila kita melakukan analisis hanya terhadap masing-masing emiten saja.

Ide ini mungkin agak gila namun sangat berguna untuk memberikan kita panduan berinvestasi di bursa saham.

Apakah datanya valid? Seperti yang telah saya utarakan sebelumnya, masih banyak kekurangan di sana-sini. Namun jika kita menunggu datanya benar-benar sempurna mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama. Tujuan saya di sini adalah memberikan gambaran umum tentang kinerja historis emiten secara keseluruhan. Banyak sekali emiten yang memiliki kinerja yang mempesona namun apakah jika digabungkan dengan emiten yang biasa-biasa saja IHSG tetap menarik?

Ok, tanpa berlama-lama mari kita lihat chart berikut di mana masing-masingnya merepresentasikan penjumlahan total dari sekitar 400-an emiten yang terdaftar di BEI.

Apa kesimpulan penting yang bisa kita peroleh dari keempat grafik di atas?

  1. IHSG adalah sebuah perusahaan raksasa di mana net income (laba bersih) sejak tahun 2003 hingga tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup tajam (dari 40 triliun pada tahun 2003 terus naik menjadi 173 triliun pada tahun 2010). Angka tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 20,39% per tahun.
  2. Hal yang sama juga terjadi pada nilai ekuitasnya yang naik dari 146 triliun pada tahun 2003 menjadi 1.003 triliun pada tahun 2010 atau tumbuh sebesar 22,33% per tahun.
  3. Chart keempat bagi saya sangat menarik karena menunjukkan bahwa debt to equity ratio turun drastis dari 1,18 pada tahun 2003 menjadi hanya 0,6 pada tahun 2010. Hal ini menunjukkan bahwa emiten secara keseluruhan mampu memanfaatkan pertumbuhan bisnis yang baik untuk mengurangi risiko. Secara umum, debt to equity ratio(DER) dianggap aman jika bernilai kurang dari 1.
  4. Selaras dengan pertumbuhan laba bersih, assets dan capex (capital expenditure) emiten secara keseluruhan juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009 terlihat bahwa capex mengalami penurunan. Hal ini cukup wajar mengingat emiten agak mengerem laju bisnisnya karena adanya krisis global yang terjadi pada tahun sebelumnya.
  5. Bagaimana dengan Price to Earning ratio (PER) IHSG? Terlihat bahwa PER IHSG terombang-ambing di antara level 9,78x hingga 18,81x. Apa informasi penting yang dapat kita peroleh dari chart tersebut? Terlihat bahwa meskipun secara keseluruhan emiten memiliki kinerja yang cukup bagus, tidak demikian halnya dengan harga sahamnya. Harga saham dalam jangka pendek dipengaruhi oleh behavior investor. Jika kita cukup bersabar untuk menunggu PER menjadi cukup murah, maka kemungkinan besar kita akan mendapatkan keuntungan yang besar.
  6. Chart terakhir menunjukkan data historis ROE (Return on Equity) selama 7 tahun terakhir. Secara umum dapat dikatakan bahwa ROE IHSG cukup stabil di kisaran 15,35% hingga 19,56%. Nilai ROE sebesar itu tidak bisa dipandang sebelah mata karena biasanya ROE dianggap cukup tinggi jika lebih tinggi dari 15%.

Secara umum dapat dikatakan bahwa emiten-emiten BEI menunjukkan performa yang cukup mengesankan. Lalu apakah kita bisa asal comot saham? Tidak. Kita tetap harus melakukan analisis secara komprehensif terhadap tiap-tiap emiten sebelum berinvestasi. There is no free lunch unfortunately🙂


Disclaimer is on.

(Artikel ini bukanlah ajakan untuk membeli ataupun menjual suatu saham melainkan hanyalah opini pribadi dari penulis)

3 thoughts on “Kisah Sebuah Perusahaan Raksasa Bernama IHSG

  1. Dear pak parahita,

    Analisis yang ckp mengesankan
    Namun pada chart per histoiris berarti kita sudah di puncak donk pak dengan per yang sudah 18++ dan rawan koreksi.
    bagaimana mnurut bpak?

    Regards,
    Shendy

  2. Pak Parahita, data nya dapet dari mana ? Apa Bapak buka satu satu laporan keuangan nya, input datanya di komputer, baru buat grafik nya ? Saya lagi cari-cari PER IHSG 5 tahun terakhir, per kuartal. Paling tidak jadi gambaran, IHSG uda sampe mana mahal murah nya…..

  3. Pingback: Berapakah Nilai Wajar IHSG? | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s