Gallery

Hey, Mr. Market

Mr. Market adalah makhluk yang aneh. Mood-nya bisa berubah secara ekstrim dari hari ke hari.  Pada kondisi normal, Mr. Market terlihat sangat waras dan berperilaku normal. Akan tetapi ketika sedang kambuh penyakitnya, jangan ditanya apa yang bisa dilakukannya. “Esuk dele, sore tempe” seperti orang Jawa bilang. Apa yang dikatakannya tidak bisa dipegang. Seperti yang dikatakan oleh Benjamin Graham, Mr. Market itu mengidap penyakit Manic-Depressive. Seperti halnya pada manusia, manic-depressive atau diebut juga dengan gangguan bipolar ditandai dengan adanya dua kondisi kejiwaan yang muncul secara bergantian. Pada kondisi pertama, suasana hati penderita sangat riang dan penuh energi di ambang batas normal. Fase ini disebut mania. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Setelah itu, fase kedua terjadi. Penderita mengalami suasana hati yang teramat suram, berbalik 180 derajat dari fase pertama.

Bursa saham AS belakangan ini menunjukkan gejala manic depressive. Suasana hatinya terus berubah-ubah dari mania menjadi depresi. Mari kita perhatikan nilai penutupan DJIA (Dow Jones Industrial Average) selama beberapa hari terakhir.

Sepertinya pada satu hari DJIA terlihat gundah gulana namun pada hari berikutnya cerah ceria penuh semangat. Pemicunya seringkali adalah tanggapan pasar terhadap prospek ke depan. Isu terbesar yang muncul adalah besarnya utang nasional US. Pasar sangat nervous menanggapinya sehingga pada tanggal 8 Agustus 2011, DJIA terjerembab turun 634 poin. Keesokan harinya, The Fed mengadakan meeting dan menetapkan bahwa tidak akan ada perubahan suku bunga. Pasar langsung menyambut gembira dan DJIA kontan naik sebesar 429 poin. Sehari setelahnya, pasar kembali depresi karena ada ancaman terhadap kondisi perbankan Perancis dan kemurungannya membawa DJIA turun -519 poin.  Pada kondisi manic depressive seperti ini, Mr. Market lebih sensitif dari biasanya. Berita-berita yang pada kondisi normal tidak banyak berpengaruh menjadi amat berarti.

Walaupun bukan mustahil, kecil kemungkinannya nilai suatu saham dapat berubah dalam hitungan hari. Kenyataannya, harga saham tidak terkait langsung dengan nilainya. Hal ini memungkinkan pasar menjadi manic depressive yang menyebabkan harga saham bak roller coaster sementara nilainya tidak berubah.

Agak susah memang mencoba bersikap rasional sementara saham yang kita miliki harganya sudah turun puluhan persen. Emosi kita berkata untuk jual sementara rasio kita mencoba untuk bertahan. Satu isi otak manusia saja sangat sulit untuk diterka. Ribuan kepala adalah sebuah crowd yang bisa melakukan apa saja bahkan dengan pemicu yang sangat sederhana.

Sebagai investor, kondisi pasar yang sangat bergejolak ini akan menjadi ujian bagi kita. Selalu ingat apa alasan kita membeli suatu saham dan apabila tidak ada yang mengubahnya untuk apa menjual di harga yang teramat rendah?

One thought on “Hey, Mr. Market

  1. Sebuah pemikiran yg sangat bagus Pa Parahita, sangat menyejukkan sekali, terlebih buat seorang investor seperti sy, sangat meneguhkan prinsip sy.. trims pa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s