Gallery

Contoh Penggunaaan Metode Screening Peter Lynch

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai bagaimana caranya melakukan screening dengan menggunakan metode dari Peter Lynch, pada artikel ini kita akan berdiskusi mengenai contoh penggunaannya. Perusahaan yang akan akan kita jadikan contoh adalah PT Hanjaya Mandala Sampoerna, Tbk (kode BEI: HMSP). HMSP sendiri merupakan perusahaan yang cukup mature dan merupakan pemain penting pada industri rokok.

LANGKAH 1: Mengklasifikasikan Perusahaan

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2006 – 2010, didapatkan  bahwa EPS growth HMSP adalah sebesar 16,13%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa HMSP tergolong stalwart.

LANGKAH 2: Tes Untuk Semua Saham

  • PEG ratio. Dengan PER sebesar 19,21 (EOY 2010), EPS growth sebesar 16,13%, dan dividend yield sebesar 5,42%, HMSP memiliki PEG ratio 0,89. Karena PEG ratio HMSP kurang dari 1 maka HMSP lolos dari pengujian ini.
  • Change in Inventory – to – Sales Ratio. Inventory-to-sales ratio tahun 2010 adalah 22,60%, turun dari tahun sebelumnya yang besarnya 24,48%. Karena inventory-to-sales ratio menurun maka HMSP lolos dari pengujian ini.
  • Total Debt – Equity Ratio. Dengan total debt sebesar hanya 87,2 miliar rupiah dan ekuitas sebesar 10,2 triliun rupiah, total debt – equity ratio HMSP hanyalah 0,85% dan tanpa ada keraguan lolos dari pengujian ini.

LANGKAH 3: Test Spesifik Untuk Masing-Masing Kategori

Karena HMSP tergolong perusahaan stalwart, maka dilakukan pengujian spesifik terhadap poin-poin berikut:

  • Sales. Nilai penjualan HMSP adalah 43,4 triliun rupiah, jauh di ambang bawah 827 miliar. Dengan demikian HMSP lolos pada pengujian ini.
  • EPS. Nilai EPS HMSP tahun 2010 adalah 1.465 rupiah per lembar saham dan jelas-jelas tidak negatif sehingga lolos dari pengujian.

Sampai dengan tahap ini dapat dikatakan bahwa HMSP lolos dari screening ala Peter Lynch dan cukup layak dijadikan wahana investasi kita. Tahap selanjutnya adalah bonus dan bersifat tidak wajib.

LANGKAH 4: Kriteria Bonus (Tidak Wajib)

  • Free Cash Flow per Share – to – Current Price Ratio. Nilainya hanya 5,4% dan jauh dari ambang bawah sebesar 35% sehingga tidak lolos dari pengujian ini.
  • Net Cash per Share – to – Current Price Ratio. Nilainya hanya 2,6% dan tidak lolos dari pengujian ini.

Metode screening ala Peter Lynch ini cukup bagus dalam menangkap saham-saham yang potensial. Penggolongan saham berdasarkan pertumbuhannya juga merupakan pemikiran yang bagus karena adanya pembedaan perlakuan dan pengujian untuk masing-masing jenisnya.

6 thoughts on “Contoh Penggunaaan Metode Screening Peter Lynch

  1. pak parahita kira2 yg paling powerfull digunakan di indonesia metode yang digunakan oleh peter lynch atau Benjamin graham????dan yg sering bapak gunakan yg mana???

    terima kasih ^_^

  2. Pingback: Saham-Saham Pilihan 2012 (Bag. 1): Hasil Screening dengan Metode dari Peter Lynch | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s