Gallery

Screening Saham dengan Menggunakan NCAV (Net Current Asset Value)

Setelah sebelumnya kita melakukan valuasi dengan menggunakan NNWC (Net Net Working Capital) sebagai filter, kita akan melanjutkan pencarian kita terhadap saham-saham yang memberikan diskon besar-besaran. Teknik yang akan kita bahas masih berasal dari ilmu yang diwariskan oleh Ben Graham, yaitu NCAV (Net Current Asset Value). Sebenarnya NCAV ini mirip dengan NNWC hanya saja pada NCAV kita mengurangi current assets dengan total liabilities kemudian hasilnya dibagi dengan jumlah saham beredar.

NCAV = (current assets – total liabilities) / outstanding shares

Sekilas NCAV ini terlihat lebih agresif dibandingkan dengan NNWC. Jangan terburu-buru menilai. Graham hanya akan membeli saham-saham yang dijual dengan harga maksimal dua pertiga dari NCAV nya .

Seperti juga NNWC, NCAV merupakan gerbang awal bagi kita untuk melakukan analisis terhadap suatu perusahaan. Setelah menemukan saham yang murah menurut kedua metode tersebut, kita tetaplah harus melakukan analisis yang mendalam terhadap saham tersebut.

Mengapa ada saham yang bisa dijual dengan begitu murahnya? Penyebab yang umum adalah bad news dan sentimen negatif investor yang berlebihan. Jangan lupa bahwa market pada waktu-waktu tertentu bisa terlihat terlalu optimis dan pada saat-saat yang lain terlalu pesimis. Saham-saham yang lolos screening NCAV ada kemungkinan hanyalah hasil dari rasa pesimis market yang berlebihan.

Jika kita telah mengetahui harga saham yang wajar dan layak untuk kita beli, lalu kapan kita bisa menjualnya? Ben Graham merekomendasikan untuk menjual saham-saham tersebut ketika kita telah mendapatkan imbal hasil sebesar 50%. Jika keuntungan kita terus melambung hingga 100%, jual separuhnya dan simpan sisanya. Kita akan mendapatkan kembali modal kita dan memiliki saham yang kita dapatkan dengan “gratis”.

Satu hal yang harus kita ingat. Screening NNWC dan NCAV akan memberikan kita saham-saham yang murah namun kemungkinan besar kinerjanya biasa-biasa saja. Peruntungan kita mungkin akan meningkat apabila ternyata ada satu atau dua saham yang memiliki prospek cukup bagus.  Kasus tersebut jarang terjadi. Oleh karena itulah, saya menyarankan untuk mengikuti rekomendasi Graham untuk menjualnya ketika telah memberikan kita keuntungan sebesar 50%.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s