Gallery

Indonesia Menuju Investment Grade

Pertama kali dalam sejarah, tiga rating agency (S&P, Fitch, dan Moody) menetapkan Indonesia hanya satu level di bawah investment grade. Apabila kondisi ekonomi tetap kondusif dan tumbuh dengan mantap, maka Indonesia tinggal menunggu waktu untuk masuk ke dalam investment grade. S&P memberikan rating BB+, Fitch memberikan rating BB+, dan Moody’s memberikan rating Ba1. Berikut adalah tabel yang bisa menjelaskan credit scoring dari ketiga agency tersebut.

Karena ketiga agency tersebut memiliki sistem grading yang berbeda-beda, kita harus memperhatikan apa maksud dari credit rating yang sering diberitakan di surat kabar. Khusus untuk Fitch, untuk masing-masing score, ada kemungkinan ditambahkan tanda ‘+’ atau ‘-‘ untuk mempermudah benchmark dengan sistem rating lain.

Bagi investor, credit rating memiliki arti yang cukup penting. Apabila Indonesia masuk dalam kategori investment grade, investor asing akan memberikan bobot lebih besar untuk porsi investasinya di Indonesia. Dalam jangka panjang diharapkan investor asing tidak hanya berinvestasi pada portfolio (saham, obligasi, SUN, dll) namun juga berinvestasi pada aset riil (FDI).  Besarnya kupon obligasi akan semakin mengecil karena banyaknya permintaan sehingga cost of capital akan menurun.

Berkaitan dengan valuasi, membaiknya credit rating akan membuat nilai perusahaan naik. Seperti yang pernah saya utarakan pada artikel mengenai bagaimana menghitung harga wajar saham, risk premium terdiri atas BI rate dan country risk. Jika credit rating Indonesia naik, maka country risk Indonesia akan menurun dan risk premium pun akan turun. Menurunnya risk premium akan mengakibatkan nilai saham naik. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa investor asing akan semakin banyak melirik Indonesia. Jika sebelumnya katakanlah mereka membutuhkan imbal hasil sebesar 15% per tahun, dengan membaiknya credit rating kepercayaan mereka akan bertambah dan mungkin hanya membutuhkan imbal hasil sebesar 13% per tahun.

Walaupun credit rating Indonesia terus membaik, kita harus selalu mewaspadai terjadinya bubble. Pastikan bahwa kita tidak membeli saham yang sudah terlalu mahal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s