Gallery

Minsky Moment, Ketika Irasionalitas dapat Terprediksi

Hyman Minsky, Sumber: Facts & Other Stubborn Things

Sebagian dari Anda mungkin tidak mengenal Hyman Minsky. Namanya sebagai seorang ekonom mencuat kembali ketika krisis global melanda dunia pada tahun 2008 lalu. Minsky sendiri meninggal pada tahun 1996, jauh sebelum publik berpaling pada teori yang pernah dikemukakannya pada tahun 1960-an. Teori Minsky mengenai “financial instability” menjadi sangat bermakna penting. Untuk menjelaskan teorinya, Minsky memiliki sebuah framework untuk memahami financial bubble di mana ia membagi proses terjadinya bubble menjadi 7 tahapan. Minsky berpendapat bahwa pada masa ekspansi ekonomi, ketika perusahaan tidak mengalami kesulitan berarti untuk membayar utang-utangnya, akan menjadi pemicu berbagai macam aksi spekulatif yang pada akhirnya membuat utang kembali membengkak dan menimbulkan krisis keuangan. Intinya, Minsky berpendapat bahwa masa-masa stabil akan memicu para investor untuk lebih berani mengambil risiko yang lebih tinggi. Akibatnya, mereka akan cenderung mengambil utang secara berlebihan dan membayar aset-aset investasi dengan harga yang terlalu tinggi.

Contoh yang bagus selain krisis global 2008 adalah depresi besar yang terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1929. Sebelum depresi, masa depan ekonomi AS terlihat sangat cerah dan membuat ratusan ribu orang menanamkan modal di bursa saham secara agresif. Investasi di bursa saham dirasakan sebagai sebuah kepastian untuk menjamin masa depan dan mereka meminjam uang cukup banyak untuk berinvestasi di bursa saham. Bahkan seorang ekonom terkenal pun, Irving Fisher membuat pernyataan yang akan selalu dikenang sampai saat ini: “Stock prices have reached what looks like a permanently high plateau.”. Dengan kata lain, Irving Fisher berpendapat bahwa harga saham akan naik terus dan tidak akan pernah turun. Pernyataan tersebut dilontarkan Fisher hanya beberapa sebelum crash tahun 1929 terjadi. Teori Minsky ini juga mampu untuk menjelaskan Ponzi scheme (skema Ponzi) yang terkenal itu.

Kembali pada teori Minsky mengenai “financial instability”. Apa yang membuat teorinya begitu istimewa? Bukankah penjelasan mengenai tahapan-tahapan bubble sudah sangat umum?

Minsky mengemukakan teorinya tersebut pada tahun 1960-an di mana pada saat itu hubungan antara pasar keuangan dengan ekonomi belum terlalu dipahami. Oleh karenanya, teori Minsky ini bisa dibilang sangat radikal sehingga tidak mendapatkan perhatian yang berarti dari publik. Pandangan Minsky bertolak belakang dengan pandangan ekonomi umum bahwa ekonomi kapitalis bersifat stabil dan cenderung menuju pertumbuhan yang stabil.

Teori Minsky menjadi sangat relevan ketika krisis perumahan tahun 2008 yang dipicu oleh rendahnya suku bunga pinjaman sehingga melesatkan harga properti di AS.

Tahapan Financial Bubble

Menurut Minsky, secara umum bubble dapat dibagi menjadi 7 tahapan, yaitu:

Tahap 1 – Displacement

Setiap bubble memiliki pemicu. Misalnya adalah penemuan teknologi baru ataupun perubahan kebijakan ekonomi. Pemicu tersebut menyebabkan perubahan di salah satu sektor ekonomi. Pada tahap ini, belum banyak orang yang menyadari perubahan tersebut. Harga perlahan-lahan mulai naik.

Tahap 2 – Boom

Orang-orang mulai menyadari perubahan yang terjadi. Semakin banyak orang yang berpartisipasi sehingga harga naik semakin tinggi. Pada awalnya, kenaikan harga mungkin masih cukup rasional karena didukung oleh kondisi fundamentalnya. Fenomena yang terjadi mulai mendapatkan sorotan media. Orang-orang mulai takut ketinggalan kereta sehingga jumlah partisipan semakin bertambah banyak. Suku bunga semakin turun sehingga menjadi katalisator.

Masih ingatkah Anda pada boom Anthurium yang melanda Indonesia beberapa tahun yang lalu? Apakah saat itu Anda merasakan hal yang sama dengan penjelasan di atas?

Tahap 3 – Eforia

Pada fase ini, nilai aset sudah membubung terlalu tinggi. Cerita-cerita mengenai orang yang kaya mendadak dari fenomena ini tersebar ke mana-mana. Teori “greater fool” mulai menjadi kenyataan. Harga aset sudah terlalu tinggi dan tidak mencerminkan kondisi fundamentalnya. Para partisipan hanya bisa mendapatkan keuntungan apabila ada pihak lain yang mau membeli di harga yang lebih tinggi. Jika ada yang mulai meragukan justifikasi dari kenaikan harga, akan muncul argumen “this time is different” untuk mengantisipasi keraguan tersebut. Para analis mulai mencari metode valuasi yang bisa menjustifikasi harga yang terlalu tinggi.

Tahap 4 – Profit taking oleh insider

Ketika harga sudah menjadi sangat tidak masuk akal, orang-orang yang sudah lama berkecimpung di bisnis tersebut sejak lama dan masih berpikiran jernih mulai melihat adanya alarm bahaya dan menarik investasinya. Jalannya proses bubble mulai tersandung-sandung namun masih dianggap sebagai kerikil-kerikil kecil saja. Pada titik ini, bubble sebenarnya sudah mulai pecah karena dengan tidak ada dukungan dari para “old player”, maka bubble tidak akan bisa berkembang menjadi lebih besar lagi.

Tahap 5 – Panic

Pada tahapan ini, harga aset mulai terjun bebas dan menyapu bersih para partisipan di dalamnya. Contoh ekstrim yang pernah terjadi adalah ketika demam tulip yang terlampau irasional, diakhiri hanya dalam satu malam. Para partisipan mulai panik dan bersedia menjual di harga berapapun. Harga ambrol dan kucuran kredit tiba-tiba mampet. Selanjutnya yang ada tinggallah cerita pilu para investor. Masihkah Anda ingat dengan cerita TMPI yang berakhir tragis hanya dalam 15 menit saja?

Apa yang dikemukakan oleh Minsky sebenarnya dapat kita pahami sendiri. Minsky hanyalah mencoba menjelaskan dan membangunkan kita dari tidur. Gabungan antara kelonggaran kredit, overtrade, dan eforia hampir pasti akan berakhir pada kehancuran. Lucunya, setiap kali terjadi, selalu ada partisipan yang bersedia menjadi korban.

3 thoughts on “Minsky Moment, Ketika Irasionalitas dapat Terprediksi

  1. dear pak Parahita,
    Kondisi panic financial bubble US di 2006, sdh berlalu. kondisi sekarang bagaimana Pak, apa ada indikasi tahap displacement ada terjadi lagi..mengingat FED rate nya masih low…?

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s