Gallery

Teka-Teki Perencanaan Keuangan

Satu hal yang terasa penting bagi kita saat ini adalah perencanaan keluarga. Banyak sekali buku dan artikel di internet yang membahas tentang bagaimana kita mengelola keuangan pribadi serta keluarga. Ajaibnya, kok isu ini baru muncul belakangan ini? Seingat saya orang-orang tua kita dahulu sepertinya tidak terlalu memerlukannya. Kalau dipikir-pikir, ada 2 kemungkinan penyebabnya:

  1. Kebutuhan itu sudah ada sejak dahulu, namun dahulu belum ada kesadaran untuk memikirkannya.
  2. Kondisi saat ini yang menyebabkan pemikiran mengenai perencanaan secara mendetil sangat diperlukan.

Jika dianggap bahwa kebutuhan yang macam-macam itu baru ada belakangan ini saja sepertinya tidak juga. Dari zaman dahulu sampai dengan sekarang manusia memerlukan tempat tinggal, pendidikan, kendaraan, dan lain-lain. Lalu mengapa baru-baru ini saja muncul tren untuk melakukan perencanaan keuangan? Orang tua kita dahulu sepertinya hanya mengalir menjalaninya dan kenyataannya dapat membeli rumah, menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi dan memenuhi kebutuhan yang lain-lain. Lalu mengapa kita harus repot-repot merencanakan keuangan kita?

Awalnya saya juga berpikir seperti itu. Pemikiran saya mulai berubah saat menyaksikan banyak orang yang hidup dalam kesulitan saat masa pensiun tiba. Buntutnya, mereka terpaksa menggantungkan diri pada anak-anaknya dan tidak bisa menikmati hari tuanya dengan tenang. Betapa mulia para orang tua yang telah mengorbankan kepentingan pribadinya agar kelak anak-anaknya dapat hidup lebih mulia.

Berangkat dari situlah saya berpikir bahwa kita sangat membutuhkan perencanaan keuangan. Bagaimana kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita mulai dari membesarkan anak hingga dapat tetap mandiri walaupun masa pensiun telah menjelang.

Bagi saya pribadi, selain kebutuhan-kebutuhan umum seperti membiayai pendidikan anak, memiliki rumah ataupun berlibur untuk refreshing, persiapan masa pensiun juga harus kita perhatikan. Saya mengharapkan saat pensiun, hasil investasi saya akan dapat membiayai hidup dengan taraf yang kira-kira sama dengan gaya hidup saya sekarang. Sepertinya sederhana, namun dalam praktiknya cukup sulit karena ada faktor-faktor lain seperti inflasi yang harus kita perhitungkan. Keadaan akan menjadi bertambah rumit manakala kita ingin dari waktu ke waktu taraf hidup kita juga meningkat. Itu adalah pilihan. Masing-masing orang memiliki pilihan dalam hidupnya dan tidak bisa digeneralisasi. Hanya kita yang tahu apa yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Segala macam financial planner dan konsultan rohani hanya dapat mengarahkan kita. Yang menjalani ya kita sendiri dengan segala konsekuensinya.

Kembali ke dua kemungkinan di atas. Saya cenderung untuk berpendapat bahwa yang benar adalah poin nomor 1. Dengan tidak melakukan perencanaan keuangan, bukan berarti kita tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, namun biasanya ada konsekuensi yang harus kita terima karenanya. Adanya gagasan untuk merencanakan keuangan muncul agar kita dapat secara lebih prudent mengatasi permasalahan-permasalahan yang mungkin akan muncul di kemudian hari.

One thought on “Teka-Teki Perencanaan Keuangan

  1. Betul pak, sebenarnya sih cukup memakai ilmu accounting simple

    laporan laba rugi = Pemasukan dan pengeluaran
    Neraca = Asset dan liability

    pemasukan = gaji
    pengeluaran = biaya listrik air dll
    asset = saham, property kita yg sedang disewakan, tanah , dll yg make money
    liability = cicilan mobil, cicilan rumah ,dll

    ketika pemasukan habis, maka asset itu yang harus bisa menutupi expense dan liability..

    tapi nyari assetnya ini yg tidak mudah ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s