Gallery

Antara Memancing dan Investasi

Sumber: GetOutdoors

Sewaktu masih kecil saya suka memancing. Namanya juga anak kecil, memancingnya juga di empang. Meskipun saya tumbuh di kota yang cukup besar, namun di sekitar rumah saya masih terdapat empang-empang kecil yang cukup banyak ikannya. Ikan yang saya dapatkan juga ikan-ikan kecil seperti ikan ‘bethik’, ikan ‘kuthuk’, atau ikan ‘sepat’. Ikan yang paling sulit untuk dipancing adalah ikan ‘kuthuk. Di Jakarta, ikan kuthuk biasa disebut dengan ikan gabus. Wah, seperti dapat rejeki nomplok jika berhasil mendapatkan ikan tersebut.

Lain dahulu, lain sekarang. Rupanya banyak juga orang yang suka memancing dan sampai masuk menjadi acara di TV. Yah, memang beda kelasnya. Mereka memancing di laut dengan joran yang berkualitas tinggi. Ikan yang dicari pun ikan-ikan laut besar seperti tuna, kakap, ataupun marlin. Kebetulan saat ini saya sedang menonton acara impor dari Jepang. TV Champion di sebuah TV swasta. Topiknya adalah memancing. Dilihat dari peralatannya, mereka benar-benar tidak main-main soal memancing. Sampai-sampai mereka menggunakan sonar untuk mendeteksi ada tidaknya ikan. Saya cukup terkejut saat melihat bahwa ikan yang mereka tangkap adalah ikan tuna seberat 140 kg!!! Lebih terkejut lagi saat mereka mengatakan bahwa itu ikan yang relatif kecil karena rekor ikan yang pernah mereka tangkap adalah 280 kg. Wow, wow, wow, hanya itu yang ada di dalam pikiran saya.

Apa hubungannya memancing dengan investasi?

Ketika mempelajari seluk-beluk mengenai investasi, saya melihat bahwa banyak pelajaran yang saya dapatkan dari hobi memancing ini yang dapat diterapkan ke dalam investasi. Saat memancing, kita harus benar-benar sabar menunggu timing yang tepat. Apabila kita terlalu banyak mengubah-ubah letak kail, bukan ikan yang kita dapat. Bisa-bisa kita hanya mendapatkan ganggang atau sandal jepit. Demikian juga dengan berinvestasi. Kita harus sabar. Pastikan bahwa kita menaruh investasi kita di tempat yang benar dan mengevaluasi kelayakannya  dengan seksama.

Pelajaran lain yang saya dapatkan adalah bahwa kita harus bisa memanfaatkan peralatan yang lebih maju agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya baru saat ini mengetahui bahwa nelayan di Jepang telah memanfaatkan sonar sebagai alat bantu memancing, dan memang luar biasa sekali hasilnya. Saat ini informasi yang kita butuhkan untuk berinvestasi dapat kita peroleh dengan mudah dibandingkan dengan dahulu. Mungkin 15-20 tahun yang lalu hanya pemain-pemain kelas kakap yang memiliki informasi selengkap dan seupdate itu. Sekarang investor retail pun dengan mudah bisa mendapatkan info yang sama update-nya dengan mereka. Saya tidak mengatakan bahwa dengan informasi yang lebih lengkap, hasil investasi kita otomatis pasti lebih baik. Keberhasilan investasi bergantung pada kemampuan kita memanfaatkan informasi yang diperoleh. Sama seperti memancing. Secanggih apapun peralatannya, jika tidak bisa memancing juga belum tentu bisa mendapatkan ikan yang besar.

Selamat memancing, ups, maksudnya berinvestasi🙂

One thought on “Antara Memancing dan Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s