Gallery

Membandingkan Efek Gempa Jepang 2011 dengan Gempa Kobe 1995 terhadap IHSG

Rumah yang tersapu air di kota Natori. Sumber:Reuters/Kyod

Gempa yang disusul dengan tsunami yang terjadi di Jepang pada tanggal 11 Maret lalu mungkin akan menjadi salah satu bencana terbesar abad ini. Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter tersebut meluluhlantakkan bangunan-bangunan di sekitar pusat gempa. Kita bisa melihat di Youtube beberapa rekaman video saat gempa dan tsunami terjadi. Bahkan pada salah satu video yang diunggah, kita bisa menyaksikan bagaimana terjadinya tsunami dari sudut pandang helikopter yang sedang terbang di atasnya saat kejadian. Mimpi buruk tersebut diperparah dengan meledaknya reaktor nuklir di Fukushima yang menyebabkan tingkat radiasi radioaktif di area tersebut melonjak drastis.

Mungkin masih terlalu dini untuk menaksir efek gempa ini terhadap kondisi perekonomian Jepang dan dunia pada umumnya. Walaupun begitu, kita sebagai investor harus selalu waspada karena Jepang merupakan negara dengan kekuatan ekonomi nomor 3 di dunia (sebelumnya peringkat ke-2 sebelum digeser oleh China) yang mau tidak mau membuat apa yang terjadi di sana akan membuat seluruh dunia meriang. Dalam waktu tiga hari, indeks Nikkei-225 sempat terhempas sebesar -20,72% dari titik tertingginya. Indonesia pun merasakan imbasnya dan pada periode yang sama turun sebesar -3,08%. Babak-babak selanjutnya di bursa saham sebagai imbas dari gempa ini masih akan kita saksikan dalam beberapa waktu ke depan.

Jika dibandingkan, gempa yang terjadi di Kobe pada tahun 1995 pun berpengaruh cukup besar terhadap BEI (dahulu BEJ) seperti yang terlihat pada gambar berikut.

Sumber: Yahoo Finance, diolah

Terlihat bahwa gempa Kobe yang terjadi pada tanggal 17 Januari 1995 memicu kemerosotan indeks utama Jepang, Nikkei-225 yang anjlok sebesar -24,7%. IHSG sendiri pun terimbas gempa ini dan turun sebesar -7,7%. Namun sejak tanggal 19 April 1995, IHSG mulai pulih dan meneruskan kenaikannya. Nikkei-225 baru pulih sejak tanggal 19 Juli 1995. Kejatuhan Nikkei ini pula secara tidak langsung menyebabkan keruntuhan salah satu bank tertua di Inggris, Barings akibat ulah trader-nya di pasar option Nikkei seperti yang telah diceritakan pada artikel sebelumnya.

Gempa Kobe sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian Jepang karena terjadi di daerah industri besar yang menyumbang 12,4% GDP Jepang.  Sebagai perbandingan, 5 prefektur yang paling terpengaruh pada gempa Tohoku minggu lalu menyumbang sekitar 7,8% GDP Jepang (Sumber: BusinessInsider.com).

Menyimak data historis bursa saham pada saat terjadi gempa Kobe, ada kemungkinan efeknya terhadap IHSG akan berulang. Sebagai investor mungkin ini akan menjadi suatu kesempatan untuk berburu saham yang tertekan sehingga menjadi undervalued. Pantau lebih intensif saham-saham yang berfundamental bagus apabila harganya telah turun jauh di bawah harga wajarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s