Gallery

Mereview Kinerja Jangka Panjang Perusahaan

Suatu perusahaan itu layaknya sebuah organisme yang berkembang. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi dalam perjalanannya. Perusahaan akan dihadapkan pada berbagai macam kondisi, baik yang menguntungkan maupun yang berpotensi menghambat. Di sinilah kita dapat melihat bagaimana kepiawaian pihak manajemen dalam menyikapinya. Pada kondisi terburuk, seringkali manajemen terpaksa untuk mengambil keputusan yang akan menyebabkan dalam jangka pendek kinerja bisnisnya menurun namun akan membuat perusahaan semakin maju dalam jangka panjang.

Salah satu contohnya adalah keputusan untuk berekspansi. Umumnya ekspansi membutuhkan dana yang cukup besar dan terkadang membuat perusahaan terpaksa berutang cukup besar. Pada titik yang krusial tersebut, kemampuan manajemen akan diuji karena di balik setiap ekspansi pasti terdapat risiko. Dalam jangka pendek, DER dan opex perusahaan akan meningkat sementara belum terlihat ada peningkatan revenue. Jika kita hanya melihat kinerjanya selama 1-2 tahun saja, perusahaan tersebut memiliki kinerja yang kurang bagus. Di sinilah kita harus memandang lebih luas. Salah satu cara yang dapat kita gunakan adalah dengan membandingkan kinerja perusahaan beberapa tahun ke belakang dengan kinerja terkininya. Saya telah mencoba untuk memeriksa perubahan kondisi keuangan beberapa perusahaan selama 5 tahun ke belakang.

Biasanya perubahan kinerja perusahaan dalam jangka pendek tidak terlalu kentara namun dalam jangka panjang hasil dari keputusan strategis yang diambil akan lebih jelas terlihat.

ASII: Focusing on Operational Efficiency

Sebagai contoh adalah PT Astra International (ASII). Hal pertama yang terlihat adalah adanya penurunan gross margin dari 22.12% menjadi 20.67%. Umumnya, hal ini adalah pertanda menurunnya keunggulan bersaing dan oleh karenanya kita harus mengecek lagi lebih lanjut. Yang cukup mengejutkan adalah meskipun gross margin menurun, operating margin dan net profit margin-nya meningkat cukup tajam. Yang terpikir oleh saya adalah bahwa yang dilakukan oleh ASII adalah menggenjot revenue dengan mempertipis gross margin dan dibarengi dengan melakukan efisiensi operasional. Strategi ini terbukti mampu mendongkrak kinerjanya. Hal lain yang cukup mencolok adalah menurunnya DER dan interest-bearing DER, sebuah sinyal bagus bagi investor. Poin terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah kenaikan ROE dan ROC yang cukup tajam. ROE ASII naik dari 16.59% menjadi 29.13% dan ROC-nya naik dari 6.07% menjadi 11.26%. Kenaikan ini sangat signifikan dan cukup menjelaskan mengapa harga saham ASII cenderung terus menguat selama 5 tahun ini.

HEXA: Successful Deleveraging Attempt

Emiten kedua yang ada di dalam tabel adalah PT Hexindo Perkasa (HEXA). Beberapa tahun yang lalu, saya cukup khawatir dengan tingginya DER. Pada tahun 2006, meskipun kinerjanya cukup bagus, DER sebesar 2.48x terlihat sangat tinggi. Net interest gearing-nya juga sangat rendah, yaitu 1.47x atau dengan kata lain sekitar 68% operating income-nya habis untuk membayar bunga. Terlihat jelas bahwa hal tersebut menyebabkan kinerjanya tidak terlalu cemerlang. Ternyata keadaan tersebut  berubah cukup signifikan selama 5 tahun berikutnya. HEXA mampu menurunkan DER nya menjadi 1.19x dan membukukan kinerja yang cemerlang. Dengan ROE sebesar 34.3% dan ROC 18.28%, HEXA terlihat sangat menarik. Net interest gearing melonjak tajam dari 1.47x menjadi 33.56x.

HERO: On The Right Track

Hampir semua rasio pada tabel menunjukkan peningkatan kinerja HERO. Kita dapat melihat bahwa manajemen telah melakukan improvement di segala lini. Saat ini ROE HERO adalah 19.32%, meningkat cukup tajam dibandingkan dengan kondisi 5 tahun sebelumnya (11.15%). Yang saya perhatikan, HERO mencoba untuk melakukan re-positioning dengan membidik kalangan menengah ke atas. Desain gerainya dibuat lebih mewah dan nyaman untuk berbelanja. Dengan membidik kalangan menengah ke atas, HERO akan dapat meningkatkan harga jual. Hal ini terlihat dari meningkatnya gross margin dan kedua margin lainnya (operating margin dan net profit margin). Satu hal yang perlu lebih diperhatikan adalah tingginya DER. Jika di masa datang HERO berhasil menurunkan DER-nya, maka kinerjanya akan semakin cemerlang.

PTRO: Boosting The Margin

Selama 5 tahun terakhir, gross margin PTRO meningkat pesat dari 16.54% menjadi 29.56%. Kenaikan ini mendongkrak kinerja PTRO. Operating margin naik menjadi 20.34% dan net profit margin mencapai angka yang sangat tinggi yaitu 22.6%. Besarnya net profit margin tersebut terbilang cukup jarang dicapai oleh suatu perusahaan. Tidak heran ROE PTRO pun menjadi sangat tinggi yaitu 35.01%.

Terlihat bahwa dengan memandang kinerja perusahaan dalam jangka panjang, kita akan bisa mengetahui seberapa efektif strategi yang diterapkan oleh pihak manajemen. Kita akan melihat apakah suatu perusahaan menuju ke arah yang lebih baik atau sebaliknya.

One thought on “Mereview Kinerja Jangka Panjang Perusahaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s