Gallery

Gempa Kobe, Nick Leeson dan Short Straddle

Buildings burn in Sendai in this still image taken from video footage March 11.(Reuters)

Gempa di Jepang yang terjadi di Jepang tadi siang cukup mengejutkan kita semua.  Gempa berkekuatan 7,9 skala Richter tersebut mengakibatkan tsunami dengan ketinggian 10 m menghantam pesisir timur laut Jepang. Video yang diputar di CNN memang cukup membuat merinding saat memperlihatkan bagaimana dengan mudahnya kapal-kapal berukuran cukup besar terhanyut oleh gelombang tsunami.

Gempa ini mengingatkan saya pada gempa dahsyat yang mengguncang kota Kobe di Jepang karena kekuatannya yang hampir sama (7,2 skala Richter). Kota Kobe pun luluh lantak karena gempa tersebut.

Nick Leeson, The Rogue Trader

Nick Leeson, Sumber: nickleeson.com

Mungkin banyak yang bingung apa hubungan antara gempa Kobe, Nick Leeson dan Short Straddle. Ada baiknya saya bercerita dahulu mengenai Nick Leeson yang namanya sempat mengguncang dunia keuangan pada pertengahan tahun ’90-an. Nick Leeson adalah general manager Barings Bank untuk operasi future markets di SIMEX (Singapore International Monetary Exchange), Singapura. Kisahnya pun sempat difilmkan dengan judul Rogue Trader di mana Nick Leeson diperankan oleh Ewan McGregor.

Tugas utama Leeson adalah broker, yang berarti hanya menjadi penghubung antara pembeli dan penjual futures. Oleh karenanya, Leeson dapat menghasilkan keuntungan bagi Barings Bank dari komisi transaksi para nasabahnya. Keadaan mulai tidak terkendali saat Leeson melakukan trading atas nama Barings Bank yang seharusnya tidak diperbolehkan. Pada awalnya catatan trading-nya cukup baik dan Leeson memberikan keuntungan yang besar bagi Barings Bank. Namun keadaan mulai berbalik memburuk saat Leeson melakukan bad trades. Leeson mulai mengalami kerugian saat melakukan trading. Karena trading yang dilakukannya ilegal, ia menyembunyikannya di dalam account nomor 88888 yang merupakan account untuk mencatat kesalahan trading. Seperti bola salju, kerugian akibat trading yang dilakukan Leeson semakin membesar dan mencapai angka £208 juta pada akhir tahun 1994. Sayangnya kerugian ini belum mencapai puncaknya.

Gempa Kobe yang Menenggelamkan Posisi Short Straddle Leeson

Pada tanggal 16 Januari 1995, Nick Leeson mengambil posisi short straddle. Di pasar options, straddle adalah posisi di mana kita secara bersamaan membeli put dan call options yang memiliki strike price dan waktu jatuh tempo yang sama. Diharapkan, apabila pasar bergejolak, maka ke  manapun arah market kita akan mendapatkan keuntungan. Di bursa saham Jepang, Nick Leeson mengambil posisi short straddle yang merupakan kebalikan dari straddle. Dengan mengambil posisi short straddle, Leeson menjual put dan call options secara bersamaan. Dengan menjual options, Leeson akan mendapatkan keuntungan dari premi options yang dijualnya. Pada posisi short straddle, Leeson mengharapkan harga tidak bergerak ke mana-mana sehingga options yang dijual hangus dan dia bisa menikmati premi yang telah dibayarkan. Jangan bertanya bagaimana apabila market bergerak liar. Pada kondisi tersebut, Leeson akan menderita kerugian yang sangat besar. Secara teori, potensi kerugian dari posisi short straddle adalah tidak terhingga.

Rencana tinggal rencana. Pada tanggal 17 Januari 1995 pagi hari, Kobe dilanda gempa dahsyat yang memakan korban 6.000 orang dan menimbulkan kerugian sekitar 10 triliun yen. Sontak, bursa saham Jepang terguncang dan meluncur turun. Pada titik ini, kerugian Leeson sudah mulai membengkak. Karena panik melihat kondisi tersebut, Nick Leeson mencoba mengurangi kerugiannya dengan memasang posisi Long-Long Future Arbitrage. Dengan posisi tersebut, apabila market pulih dengan cepat, maka kerugian dari posisi short straddle sebelumnya dapat tertutupi. Sayangnya harapan tinggallah harapan. Setelah sempat recovery sebentar karena aksi Leeson, market kembali meluncur turun dengan deras. Pada penutupan bursa hari itu, kerugian Leeson membengkak menjadi £827 juta atau sekitar 14 triliun rupiah. Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada modal trading Barings Bank.

Akibat ulah Leeson, Barings Bank yang telah beroperasi selama lebih dari dua abad dinyatakan bangkrut pada tanggal 26 Februari 1995. Nick Leeson, the Rogue Trader yang sempat mencoba untuk kabur akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara.

One thought on “Gempa Kobe, Nick Leeson dan Short Straddle

  1. Pingback: Membandingkan Efek Gempa Jepang 2011 dengan Gempa Kobe 1995 terhadap IHSG | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s