Gallery

Hati-Hati dengan Cerita, Bedakan Harapan dengan Kenyataan

Pada dasarnya manusia suka mendengarkan cerita. Ketika masih kecil, orang tua akan membacakan dongeng untuk anaknya sebagai pengantar tidur. Kita menyukai cerita karena membuat imajinasi kita berkembang. Kita dapat pergi ke negeri dongeng di mana bawang marah dan ibunya bersikap sangat jahat dan tidak manusiawi terhadap saudaranya, bawang putih. Anak-anak pada akhirnya akan menarik napas lega ketika akhirnya cerita tersebut berakhir bahagia. Sang tokoh mendapatkan semua kebahagiaan sementara  tokoh antagonis menerima tuah dari semua perilaku buruknya.

Sampai dewasa pun kita suka mendengarkan cerita. Bioskop yang menayangkan berbagai macam gambaran cerita tentang segala sesuatu selalu penuh sesak dipenuhi penonton. Ketujuh seri novel Harry Potter ludes terjual. We love stories and we have to admit that.

Di bursa saham pun tidak lepas dari hal tersebut. Banyak sekali cerita bertebaran mengenai saham-saham yang menarik. Bagaimana suatu perusahaan berusaha melakukan turnaround dan menebarkan cerita menarik bagi para investor. Seringkali cerita memberikan inspirasi dan menumbuhkan harapan. Masalahnya adalah, harapan adalah salah satu musuh kita ketika berinvestasi saham. Harapan adalah keinginan kita sementara kinerja nyata perusahaan bisa berbeda 180 derajat dari harapan kita. Harapan akan membuat penilaian kita menjadi bias.

Apakah Anda masih mengingat cerita tentang TMPI pada tahun 2007 lalu? Sebagai catatan, pada bulan Agustus 2006, harga saham TMPI masih di kisaran 75 rupiah per lembarnya. Tak dinyana, sejak saat itu harga sahamnya terus melesat naik tanpa henti hingga mencapai puncaknya di level 3.375 pada bulan Juni 2007 atau dengan kata lain naik sebesar 45 kali lipat hanya dalam waktu kurang dari sepuluh bulan.  Mengiringi kenaikan harga sahamnya, banyak sekali beredar cerita mengenai TMPI. Ada cerita bagaimana ambisi TMPI untuk mengakusisi perusahaan lain agar bisnisnya berkembang dan lain sebagainya. Pendeknya, harapan para investor tumbuh tinggi dan harga sahamnya pun ikut mengiringi. Sayangnya ada satu hal yang dilupakan. Harapan bukanlah kenyataan. Faktanya, kinerja bisnis TMPI tidak sesuai dengan harapan investor. Harga saham yang melambung tinggi tidak ditopang dengan kinerja yang sebanding. Pada tahun 2006 tercatat TMPI merugi sebesar 18 miliar dan pada tahun 2007, walaupun berhasil membukukan laba, jumlahnya hanya 300 juta rupiah. Cerita tinggal cerita dan pada bulan Juni 2007 harga saham TMPI terjun bebas sehingga BEI terpaksa mensuspennya.

The TMPI Saga, Sumber: Yahoo! Finance

Tidak semua cerita di bursa saham adalah mimpi buruk. Kadangkala, ada cerita yang menarik dan memang tercermin pada kinerja perusahaannya. Sayangnya, ketika kita mendengar suatu cerita, kemungkinan besar cerita tersebut sudah beredar ke ribuan telinga yang dengan sigap telah mengambil posisi untuk mengantisipasinya.

Apa benang merahnya?

Cerita seringkali tinggallah cerita akan tetapi fakta dan angka lah yang tertera di laporan keuangan. Kalau terbukti untung besar, maka fakta tersebut akan kita lihat di laporan keuangannya. Indah sekali memang apabila kita mendengar suatu cerita dan memang cerita tersebut benar. Namun jangan sampai kita lupa untuk mengecek faktanya sendiri.

2 thoughts on “Hati-Hati dengan Cerita, Bedakan Harapan dengan Kenyataan

  1. hehe, dulu saya gitu tuh, percaya ama rumor…. broker saya juga sama, sering bgt niup2in rumor ke saya. Untunglah sekarang udah insap.

    Memang bagi para spekulan yang jeli memanfaatkan situasi, ada untungnya buat mereka, tapi bagi para investor yang hendak serius membangun portofolionya di bursa, harus sangat berhati2 menyikapi setiap rumor atau cerita yang beredar dan sampai ke telinga.

    Thanks artikelnya pak, truly a good reminder to all of us.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s