Gallery

Hubungan Misterius Manusia dengan Emas

California Gold Rush, Sumber: IndyBay

“Auri Sacra Fames”

(The cursed thirst for gold!)

Ketertarikan misterius manusia terhadap emas bukan merupakan hal yang baru. Sejak enam ribu tahun yang lalu, hubungan yang erat antara manusia dengan emas mulai terjalin. Berbeda dengan saat ini, enam millenium yang lalu emas bukan merupakan perlambang kekayaan melainkan untuk dekorasi. Penggunaan emas pertama kali ditemukan di Eropa Timur. Sekitar tahun 3.000 SM, orang-orang Sumeria mempergunakan emas sebagai perhiasan yang modelnya mungkin masih dipergunakan sampai dengan saat ini.

Perubahan status emas dari sekedar perhiasan menjadi lambang kekayaan terjadi sekitar 1.500 SM. Salah satu wilayah Mesir, Nubia telah menjadikan Mesir negara yang sangat kaya. Emas telah difungsikan menjadi alat tukar dalam bentuk koin dengan satuan Shekel yang mengandung emas sekitar 11,3 gram. Shekel tersebut merupakan campuran alami dua pertiga emas dan sepertiga perak yang disebut dengan electrum.

Seperti juga uang, emas telah menjadikan manusia melakukan hal-hal yang tidak ingin mereka lakukan. Sejarah mencatat bahwa emas telah menjadi penyebab terjadinya pembantaian yang mengerikan terhadap orang-orang Aztec di Meksiko dan Inca di Peru pada abad ke-16 dan sekaligus menghancurkan kebudayaan mereka. Di dalam legenda pun beberapa kali emas menjadi sentral cerita. Salah satunya adalah cerita tentang Midas, Raja Phyrgia. Permohonannya agar apapun yang disentuhnya menjadi emas dikabulkan oleh Dionysius. Anugrah yang awalnya menyenangkan segera berubah menjadi malapetaka dan Midas pun segera menyadari kebodohannya.

Sejarah pun mencatat bahwa hubungan misterius antara manusia dengan emas ini pula yang menyebabkan terjadinya demam emas di California pada tahun 1849. Selama kurun waktu tersebut, tidak kurang dari setengah juta orang datang ke California dan menggali emas sebanyak 820 ton. Para pemburu emas tersebut sering disebut dengan “fortyniners”, sesuai dengan tahun terjadinya demam emas. Demam emas ini pula lah yang mengilhami Mark Twain dalam penulisan cerita-ceritanya. Saya pun jadi teringat saat kecil sering membaca komik Gober Bebek. Gober sering menceritakan bagaimana awal mula dia menjadi kaya. Gober membangun emasnya dengan ikut menggali emas di Klondike. Meskipun cerita mengenai Klondike tidak sama dengan demam emas California (demam emas Klondike terjadi pada tahun 1897 atau terpaut sekitar setengah abad dari demam emas California), namun sepertinya demam emas Klondike terilhami oleh demam emas California. Yang menarik adalah bahwa demam emas ini menjadi pemicu berkembangnya daerah California yang menjadi hidup ekonominya karena banyaknya orang yang datang.

Emas tampaknya memang benar-benar mempesona manusia sehingga ada ilmu khusus yang bertujuan untuk mengubah logam biasa menjadi emas, yaitu alkimia. Ketertarikan ini sedemikian kuatnya sehingga seorang ilmuwan sebesar Isaac Newton dan Avicenna pun mempelajari alkimia.

Tragedi Busang

Jika cerita-cerita sebelumnya terjadi di luar negeri, kali ini eksploitasi hubungan misterius manusia dengan emas terjadi di Indonesia, tepatnya di Busang, Kalimantan. Bondan Winarno dalam bukunya “Bre-X: Sebungkah Emas di Kaki Pelangi” menceritakan tentang tragedi ini dengan cukup detil. Laporan penemuan daerah yang berpotensi mengandung emas oleh Bre-X Minerals, perusahaan tambang asal Kanada, telah membuat harga sahamnya meroket dari C$1,90 pada akhir tahun 1994 menjadi C$2,05 pada bukan Mei tahun 1995. Saat itu dikabarkan cadangan emas di Busang mencapai 200 juta ons. Jika harga emas saat ini adalah sekitar US$ 1.408 per troy ounce, maka cadangan emas tersebut bernilai sekitar 917 triliun rupiah. Sungguh angka yang sangat mencengangkan. Harga saham Bre-X sendiri sempat menyentuh level C$280 atau naik hampir 140 kali lipat.

Sayangnya semua itu hanyalah mimpi belaka. Laporan tersebut ternyata palsu dan setelah terbongkar, harga saham Bre-X langsung jatuh ke titik nadir dan menyebabkan orang-orang yang terlibat di dalamnya termakan oleh keserakahannya sendiri.

Demam Emas Modern

Cerita mengenai hubungan manusia dengan emas ini terus berlanjut sampai dengan saat ini. Selama satu abad terakhir harga emas relatif stabil sampai dengan tahun 1973 ketika seluruh mata uang dunia dibebaskan untuk bergerak tanpa perlu bergantung pada harga emas yang juga menandai runtuhnya sistem Bretton Wood.

http://www.nma.org/pdf/gold/his_gold_prices.pdf

Harga emas langsung naik tajam dan menjadi sangat fluktuatif setelahnya. Walaupun sempat jatuh, sejak tahun 2002 emas benar-benar bullish dan saat ini harganya mencapai $US 1.408 per troy ounce (1 troy ounce = 31,1 gram). Kondisi ekonomi global yang semakin tidak  menentu menjadi katalisator melesatnya harga emas. Yang perlu direnungkan, apakah memang harga emas yang naik atau nilai uang yang semakin menurun? Jumlah cadangan emas dari tahun ke tahun sebenarnya tidak menunjukkan peningkatan yang cukup siginifikan sehingga yang terjadi saat ini mungkin adalah alternatif kedua.

Saat ini hampir semua orang membicarakan tentang emas. Dari broker saham sampai dengan asisten rumah tangga tidak luput membicarakan tentang emas. Ternyata memang manusia masih belum mampu untuk melepaskan keterpesonaannya terhadap kilauan emas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s