Gallery

Piotroski F-Score: Good Fundamentals, Low Price

Jika sebelumnya saya menulis mengenai Altman Z-Score yang lebih menekankan pada unsur keamanan, kali ini saya akan membahas mengenai Piotroski F-Score. Walaupun namanya mirip, namun tujuan pemberian skor kedua metode tersebut sangat berbeda. F-Score lebih menekankan pemilihan saham berdasarkan perbaikan performa perusahaan. Saya mendapatkan ide untuk menulis tentang Piotroski F-Score ini dari komentar kang Bagus terhadap artikel Altman Z-Score. Ibaratnya, Piotroski F-Score ini attacking football sementara Z-Score adalah defensive football. Hahaha.

Piotroski F-Score merupakan kriteria untuk menilai kondisi fundamental perusahaan yang memiliki Book to Market (BM) value yang tinggi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa BM value adalah kebalikan dari Price to Book ratio (P/BV ratio). Secara intuitif, BM value yang tinggi menunjukkan bahwa suatu sahamnya tidak diapresiasi oleh pasar dengan harga yang tinggi. Piotroski menemukan bahwa biasanya saham dengan BM value yang tinggi berada dalam kondisi keuangan yang tidak begitu bagus.

Piotroski mencoba melangkah lebih jauh dengan melakukan riset untuk mencari kriteria-kriteria yang dapat mensortir saham-saham yang memiliki kondisi fundamental bagus sehingga muncullah Piotroski F-Score.

Seperti namanya, Piotroski F-Score dirumuskan oleh Joseph Piotroski, seorang Professor di Stanford University Graduate School of Business. Hasil penelitiannya mengenai F-Score ini pertama kali muncul pada jurnalnya yang berjudul “Value Investing: The Use of Historical Financial Statement Information to Separate Winners from Losers” pada tahun 2000. Jurnalnya sendiri mendapatkan perhatian yang cukup besar dari Wall Street.

Piotroski memberikan sembilan kriteria scoring untuk suatu saham. Data inputnya dengan mudah dapat diperoleh dari laporan keuangan sehingga relatif mudah untuk dihitung. Saham yang lolos pada kriteria tertentu akan diberikan skor 1. Dengan demikian skor maksimum untuk Piotroski F-Score adalah 9. Saham-saham dengan skor 8-9 dapat dikatakan memiliki kondisi keuangan yang cukup kuat sedangkan saham dengan skor 1-2 cenderung memiliki kondisi keuangan yang lemah.

Piotroski F-Score

Untuk setiap kriteria yang berhasil dipenuhi, berikan nilai 1.

  1. Net Income: Berikan skor 1 apabila net income positif.
  2. Operating Cash Flow: Berikan skor 1 apabila operating cash flow positif.
  3. Return On Assets: Berikan skor 1 apabila ROA lebih tinggi daripada ROA tahun sebelumnya.
  4. Quality of Earnings: Berikan skor 1 apabila operating cash flow lebih besar daripada net income.
  5. Long-Term Debt vs. Assets: Berikan skor 1 apabila rasio long-term debt to assets lebih rendah dari tahun sebelumnya. (Skor 1 juga diberikan apabila tidak memiliki utang walaupun aset meningkat).
  6. Current Ratio:  Berikan skor 1 apabila current ratio meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
  7. Shares Outstanding: Berikan skor 1 apabila jumlah saham beredar tidak lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya
  8. Gross Margin: Berikan skor 1 apabila gross margin lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
  9. Asset Turnover: Berikan skor 1 apabila pertumbuhan penjualan lebih tinggi daripada pertumbuhan aset (asset turnover lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu).

Contoh Kasus 1: PNSE

Untuk contoh kasus pertama, mari kita perhatikan perhitungan F-Score untuk PNSE (PT Pudjiadi and Sons, Tbk).

Sumber: ft.com, diolah

Hasil penilaiannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Terlihat bahwa PNSE mendapatkan skor yang sangat mengagumkan yaitu 9. Dapat disimpulkan bahwa PNSE memiliki kondisi keuangan yang bagus.

Contoh Kasus 2: KAEF

Contoh kita yang kedua adalah Kimia Farma (KAEF) yang kita kenal sebagai perusahaan farmasi. Data keuangan KAEF adalah sebagai berikut:

Sumber: ft.com, diolah

Dengan menggunakan data tersebut, dapat dilakukan penilaian yang hasilnya adalah sebagai berikut:

Tampaknya skor yang diperoleh KAEF hanya 6. Sepertinya KAEF masih belum bisa menjadi pilihan kita untuk berinvestasi.

Perlu diingat bahwa meskipun suatu saham memiliki F-Score yang tinggi, adalah mandatory untuk mengecek BM value-nya. Pastikan bahwa saham tersebut memiliki BM value yang tinggi.

Disclaimer is on.

10 thoughts on “Piotroski F-Score: Good Fundamentals, Low Price

  1. permisi.. mau tanya.. F-score ini cmn lihat lk sekilas, dlm timeframe setahun atau bisa digunakan bwt timeframe panjang (5 tahun ++) ? soalnya kan lk setahun kurang bisa mencerminkan kinerja suatu perusahaan.. kalo liat lk pas crash, ya hampir pasti semua lk jelek2nya..

    terima kasih atas perhatian suhu..

  2. hai, ak kan lagi skripsi niih, nah aku ulis skripsi mengenai “ANALISIS PENGGUNAAN RETURN ON ASSET (ROA) DAN OPERATING EFFICIENCY (BOPO) UNTUK MENGUKUR EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI USAHA BANK”.
    nah dosen saya bilang coba gunakan F-score dalam penulisan kamu. gunakan analisis tersebut. bs dijelaskan ada kaitan apa f score dgn judul penulisann saya, ?
    karena jujur saya gak ngrti ttg f-score..thanks yah🙂

  3. @tiara
    Sebenarnya konsep dari F Score adalah untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami improvement. Nah, salah satu scorenya berkaitan dengan ROA yang ada di skripsi sista🙂

  4. Pingback: Ratio & Valuation Sheet v1.3 | Pojok Ide Investasi

  5. Pingback: Menilai Kemampuan Bertahan dan Menyerang | Pojok Ide Investasi

  6. Pingback: Saham-Saham Pilihan 2012 (Bag. 3): Hasil Screening dengan Piotroski F-Score | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s