Gallery

MDRN: Chasing a Fortune from 7-Eleven Franchise

Sumber:

Modern Internasional, Tbk (kode: MDRN) selama ini dikenal sebagai pemain di bidang ritel fotografi dengan membawa nama Fuji Film. Gerai-gerainya yang diberi nama Fuji Image Plaza (FIP) telah tersebar ke seluruh nusantara. Untuk segmen remaja, MDRN memiliki MPhoto yang tersebar di mal-mal.

Sayangnya, bisnis ritel fotografi yang dijalankannya mengalami kelesuan. Dalam kurun waktu tahun 2005 s.d 2009 nilai penjualannya terus mengalami penurunan. Secara kasat mata, MDRN telah terkena dampak dari revolusi digital. Jika dahulu orang harus datang ke studio foto untuk sekedar membuat pas foto, saat ini dengan mudah hal tersebut dapat dilakukan di rumah. Kamera digital telah mengalami perkembangan yang luar biasa pesat. Orang tidak perlu lagi untuk mencuci rol film di studio foto. Mereka tinggal memindahkan foto dari kamera ke dalam komputer dan mengunggahnya ke website, blog, ataupun social media. Tidak dapat dilupakan bagaimana smartphone yang dilengkapi kamera telah memindahkan sebagian fungsi komputer ke dalamnya. Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi telah mengakibatkan kemunduran pada bisnis MDRN.

Kondisi tersebut mulai berubah ketika MDRN melalui anak usahanya Modern Photo International pada tahun 2009 menandatangani perjanjian pembelian franchise 7-Eleven. Hal ini merupakan sebuah diversifikasi yang cukup berani mengingat bidang ini sangat berbeda dari wilayah kompetensi MDRN sebelumnya. 7-Eleven merupakan convenience store yang berfokus pada layanan makanan dan minuman siap saji di samping convenience item lainnya. Hal tersebut menjadikan 7-Eleven berbeda dari convenience store yang telah ada sebelumnya di Indonesia.

Sebenarnya saya cukup tertarik pada langkah yang ditempuh oleh MDRN ini ketika membacanya di laporan tahunan mereka untuk tahun 2009. Apakah perusahaan ini akan mampu melakukan turnaround setelah selama ini terseok-seok?

Beberapa bulan terakhir saya memperhatikan gerai 7-Eleven yang sudah dibuka. Satu hal yang menarik perhatian saya adalah ramainya pengunjung. Anda akan kesulitan mendapatkan tempat di gerai mereka di Bulungan karena selalu penuh dengan pengunjung. Sayangnya saya belum memiliki kesempatan untuk mengunjunginya.

Hari ini akhirnya saya berhasil mengunjungi gerai mereka di bilangan Kemang setelah sebelumnya gagal ketika hendak mampir ke gerai mereka di Cipete karena tidak ada parkir mobil yang tersisa. Saya cukup terkesan saat menginjakkan kaki karena ramainya pengunjung yang didominasi oleh para abg. Truly, hampir semuanya adalah abg. Mereka tampak mengantre untuk mengambil minuman di vending machine yang tersedia. Saya akhirnya memutuskan untuk membeli makanan terlebih dahulu. Saya memesan Beef Hot Dog pada pramusaji. Ketika pesanan diberikan saya terheran-heran karena hanya menerima setangkup roti berisi sosis di dalamnya. Tidak ada bawang bombai, tidak ada acar, apalagi saus dan mustard. Saya baru menyadari bahwa pembeli bebas memberikan topping yang tersedia di counter terpisah. Selanjutnya saya membeli kopi. Sekali lagi, pembeli dapat berkreasi dengan mencampurnya dengan berbagai macam flavoring syrup yang disediakan. Di seberang rak saya melihat para pengunjung yang mayoritas abg mengantre di vending machine untuk minuman dingin. Sepertinya minuman tersebut sangat digemari oleh mereka.

Sejauh ini menurut pengamatan saya, diversifikasi yang dilakukan oleh MDRN cukup berhasil. Hampir seluruh gerai 7-Eleven yang saya amati sangat ramai dipadati oleh pengunjung. Sekarang tiba saatnya untuk melihat lebih mendalam. Dari laporan keuangan MDRN yang saya unduh, terdapat beberapa fakta menarik.

Terlihat bahwa hampir semua lini usaha MDRN sampai dengan Q3 2010 mengalami penurunan pendapatan dibandingkan dengan Q3 2009. Yang menarik, lini usaha barunya, 7 Eleven berhasil menyumbang sekitar 7% dari total revenue. Dengan gross margin 7 Eleven sebesar 32.34% dapat dikatakan MDRN berhasil memberikan nilai tambah bagi bisnisnya karena nilai tersebut berada di atas gross margin rata-rata secara keseluruhan (26.15%).

Melihat pertumbuhan jumlah gerai 7 Eleven  pada tahun 2010 (13 gerai baru di samping gerai pertama di Bulungan yang diresmikan pada tahun 2009), tampaknya manajemen MDRN cukup serius mengembangkan lini usaha barunya ini. Dengan kontrak franchise selama 20 tahun yang telah didapatkan, MDRN cukup leluasa untuk mengembangkan sayapnya.

Bagaimana dengan perkembangan harga sahamnya?

Tampak bahwa harga saham MDRN selama tahun 2010 sampai dengan bulan November telah meningkat sebesar 725%. Cukup luar biasa respons market terhadap pertumbuhan bisnis MDRN ini. Harga saat ini merepresentasikan forward P/E sebesar 30.9 yang terlihat cukup tinggi. Apakah harga ini mengalami overshoot? Bisa ya bisa tidak. Jika memperhatikan keseriusan MDRN untuk mengembangkan 7 Eleven, tidak tertutup kemungkinan pertumbuhan labanya ke depan akan dengan cepat menurunkan P/E nya ke level normal.

Saat ini cukup sulit untuk melakukan valuasi terhadap saham MDRN karena masih menunggu bagaimana bisnisnya akan berkembang ke depannya.

Untuk saat ini apabila Anda cukup yakin dengan prospek MDRN, mungkin bisa mulai mencicil pembelian dan tetap waspada mengamati perkembangannya dari waktu ke waktu.

Disclaimer is on.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s