Gallery

Kiasu

Sumber:

Kiasu berasal dari bahasa Hokkian yang berarti ‘takut kehilangan’ atau ‘takut pada kegagalan’. Dalam perkembangannya, Kiasu menjadi tidak hanya berarti takut pada kegagalan namun juga bagaimana memastikan kita selalu berada selangkah di depan orang lain. Kata ini biasa digunakan oleh orang-orang Singapura untuk menggambarkan bagaimana agresifnya mereka dalam berebut untuk mendapatkan yang mereka inginkan.

Salah satu contoh dari Kiasu adalah berebut tempat untuk masuk ke kereta/bis sesegara mungkin agar mendapatkan tempat duduk. Yang penting adalah kita harus mendapatkan tempat duduk sebelum orang lain. Contoh lainnya adalah mengisi piring kita sepenuh mungkin ketika makan di restoran ‘all u can eat’ atau ‘buffett’ karena takut kehabisan. Manifestasi lain dari Kiasu adalah ketika kita merasa penting untuk memiliki handphone, notebook, ataupun mobil terbaru.

Tingginya hawa persaingan di Singapura merupakan salah satu pemicu suburnya Kiasu. Negara yang kecil dan penduduk yang padat merupakan katalisnya.

Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Apakah kita pernah menyaksikan atau bahkan kita sendiri yang berebutan untuk naik ke bus. Apakah kita pernah menyaksikan orang berebutan untuk masuk lift padahal orang yang di dalam belum sempat untuk keluar? Pernahkan kita berdesak-desakan saat ada diskon di sebuah department store padahal barang yang didiskon belum tentu berkualitas bagus?

Hal-hal tersebut adalah salah satu bentuk dari Kiasu.

Di Jakarta yang penuh dengan tekanan ini, kita akan dengan mudah menemukan banyak contoh dari Kiasu ketika kita berusaha berebut jalur di jalan ataupun menerobos traffic light ketika masih menyala merah.  Tidak mau memberikan jalan untuk mobil yang akan berpindah jalur karena memang kita sedang melaju kencang (tidak sempat mengerem) dengan tidak mau memberikan jalan karena kita tidak mau dipotong itu hal yang berbeda. Motor yang berusaha terus di depan antrian traffic light sampai menempati zebra cross sehingga pejalan kaki mengalami kesulitan untuk menyeberang adalah contoh lainnya.

Pernah suatu hari ketika pulang dari kantor saya mengalami hal berikut. Saya berada di jalur tengah dan bermaksud hendak belok kanan. Tentunya saya harus berpindah jalur ke kanan sebelum berbelok. Saya lihat di spion di jalur kanan belakang kosong dan mobil terdekat jaraknya masih sekitar 20 meter. Langsung saya pasang lampu sign kanan untuk berpindah jalur. Sekonyong-konyong, ketika melihat saya pasang sign kanan, mobil di belakang tersebut kontan menginjak pedal gasnya kuat-kuat dan tidak lupa menyalakan lampu dim serta memencet klakson keras-keras tanda tidak mau dipotong. Saya hanya bisa menghela nafas panjang saja. Hal seperti di atas saya alami beberapa kali. Betapa takutnya orang didahului oleh orang lain.

Saya jadi teringat peristiwa beberapa waktu yang lalu saat sebuah produsen sandal terkenal memberikan diskon besar-besaran di suatu mal. Antrian panjang mengular dan bahkan sampai beberapa lantai. Apakah fenomena tersebut dapat digolongkan sebagai Kiasu? Anda dapat menilainya sendiri.

Sekarang saya jadi berpikir apakah Kiasu merupakan salah satu sumber masalah dari semrawutnya Jakarta dengan karakter penduduknya yang suka saling menyalahkan?

Kiasu sendiri memiliki sisi baik dan sisi buruk. Sisi baiknya, apabila kita Kiasu, hal tersebut mengartikan bahwa kita serius dan akan berusaha keras untuk mewujudkan apa yang kita inginkan. Sisi buruk dari Kiasu adalah munculnya wajah buruk dari manusia di mana Kiasuism akan berubah menjadi sifat egois dan anti sosial.

2 thoughts on “Kiasu

  1. hehehe…
    kalo bahasa jawa ki-asu artinya yang mulia anjing(maaf), hehehe…
    maksudnya, dihubung-hubungkan dengan sifat serakah atau menang sendiri…
    just kidding…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s