Gallery

Kembalinya Era Metal di BEI?

INCO, ANTM, dan TINS adalah tiga nama yang akan selalu diingat oleh para investor BEI pada tahun 2007 – 2008. Pada kurun waktu tersebut, apapun di antara ketiga saham tersebut yang kita pilih akan memberikan keuntungan yang cukup besar. Euphoria market terhadap harga metal memang mencapai puncaknya pada saat itu. Harga nikel dan timah terus naik dari hari ke hari tanpa henti.

Saham cyclical memang unik dan menarik untuk dibahas, khususnya saham-saham komoditas. Di BEI sendiri saham komoditas cukup dominan karena memang Indonesia dikarunia dengan sumber daya alam yang melimpah. Sebut saja minyak, batu bara, mineral (nikel, emas, timah, aluminium), minyak sawit, dsb. Saham-saham komoditas tersebut memegang peranan penting dalam perjalanan BEI.

Era great bullish saham komoditas terhenti seiring dengan munculnya krisis global yang dipicu oleh krisis perumahan di U.S. Harga saham komoditas terjun bebas seiring dengan harga komoditasnya sendiri. Sejatinya, harga komoditas akan naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi karena adanya peningkatan permintaan. Pada artikel saya sebelumnya, Matt Blackman dalam chart-nya mengemukakan bahwa harga komoditas akan mulai naik pada fase middle expansion.

Harga komoditas yang sempat menyentuh titik nadir memang menyebabkan saham-saham yang berbasis komoditas bernasib serupa. Penurunan revenue mengikis margin dan dalam seketika, bisnis mereka menjadi tidak ekonomis lagi (untuk sementara).

Hal yang menarik terjadi pada awal 2009. Walaupun krisis ekonomi belum juga reda, harga metal kembali melambung tanpa henti hingga saat ini. Jelas sekali tampak pada chart  Nickel dan Tin di atas, keduanya telah membentuk uptrend.

Apakah era bullish metal sudah kembali?

Untuk melihat efek dari kenaikan harga nikel dan timah tersebut mari kita cek laporan keuangan saham-saham berbasis kedua komoditas tersebut.

INCO dan ANTM tampaknya sudah mulai merasakan dampak dari kenaikan harga nikel. Hal ini terlihat pada revenue maupun net income yang terus meningkat dari kuartal ke kuartal. Yang tertinggal hanyalah TINS. Hal ini cukup mengherankan mengingat harga timah sudah break new high.Pertanyaan saya mulai terjawab ketika saya memperhatikan COGS-nya :

Tampak bahwa TINS memiliki COGS yang tinggi sehingga memerlukan’daya dorong’ yang lebih besar untuk meningkatkan margin-nya.

Bagaimanapun juga, uptrend harga metal ini perlu kita cermati karena berpotensi untuk melonjakkan harga saham-saham berbasis metal apabila dapat terus bertahan.

Disclaimer is on.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s