Gallery

OK, Saya Berhasil Mendapatkan Saham Bagus dan Murah, Tapi Kapan Naiknya?

Setelah melakukan analisa fundamental dan valuasi, kita akan memiliki list saham-saham potensial yang masuk dalam daftar belanja kita. Kita yakin bahwa perusahaan-perusahaan tersebut memiliki bisnis yang solid dengan potensi untuk tumbuh secara konsisten. Satu hal lagi yang penting, sahamnya dijual dengan harga murah🙂. Sejauh ini rencana kita sudah cukup sempurna. Setelah melakukan pembelian sahamnya, kok ternyata tidak naik-naik harganya? Kita tunggu lagi beberapa waktu dan tidak ada perkembangan yang menggembirakan. Apa yang salah dengan analisa kita?

Masalah tersebut adalah permasalahan klasik seorang value investor. Bahkan mahaguru investasi, Benjamin Graham pun tidak luput darinya. Saham yang dengan bisnis yang bagus dan dijual dengan harga murah tidak menjamin akan naik mendekati harga wajarnya. Selalu ada kemungkinan harga sahamnya akan mandek dan membuat frustasi para investornya. Contoh di BEI adalah apa yang terjadi pada saham Astra Otoparts (AUTO) dan Adira Dinamika Multifinance (ADMF), dan Gudang Garam (GGRM). Ketiga perusahaan ini memiliki bisnis yang solid dengan fundamental yang molek. Sayangnya selama bertahun-tahun harga sahamnya tidak ikut naik seiring dengan pertumbuhan bisnisnya. Ketiga saham itu dihargai dengan PER yang sangat rendah, sampai terasa keterlaluan untuk perusahaan sebagus itu. Mari kita perhatikan satu-persatu kinerja sahamnya apabila dibandingkan dengan growthnya.

Terlihat bahwa AUTO pada kurun waktu 2005-2008 diperdagangkan pada level PER hanya 5-8x. Dengan growth yang cukup tinggi, level ini terlihat sangat rendah apalagi jika dibandingkan dengan PER rata-rata di BEI yang berkisar di belasan kali. Keadaan tersebut berubah padatahun 2010 di mana PER nya apabila disetahunkan melonjak menjadi sekitar 12x dan mendekati PER saham lainnya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada ADMF. Terlihat bahwa market mulai merespon, kinerjanya yang excellent pada tahun 2009 setelah selama bertahun-tahun hanya diperdagangkan pada level PER 1-5x saja.

GGRM pun mengalami hal yang sama seperti terlihat pada grafik berikut.

Kenaikan harga saham GGRM ini cukup fenomenal mengingat pada awal tahun 2009 GGRM hanya diperdagangkan di level 5.000. Dalam kurun waktu tidak sampai dua tahun, harga saham GGRM terkerek menjadi 45.000 atau naik 9 kali lipat. Walaupun begitu, kenaikan tersebut ternyata masih dalam rel kondisi fundamentalnya. Saat ini GGRM diperdagangkan di level PER sekitar 25x. Cukup tinggi namun masih dalam level yang wajar.

Dari pengalaman dengan ketiga saham tersebut, kita mendapatkan pelajaran bahwa market tidak selalu dengan cepat merespons kinerja dari suatu perusahaan sehingga ada kemungkinan investasi kita tidak akan membuahkan hasil untuk beberapa waktu. Tentu saja akan ada opportunity loss bagi kita dan menyebabkan kinerja portfolio kita tidak bisa sebagus yang diharapkan. Benjamin Graham sendiri mencoba mengantisipasi hal ini dengan melakukan diversifikasi ke banyak saham. Dalam satu waktu, Ben Graham bisa memiliki ratusan jenis saham. Tentu saja hal tersebut sulit untuk kita ikuti. Ben Graham mengelola portfolio nasabahnya yang sangat besar sehingga memiliki kemampuan untuk melakukannya. Bagaimana dengan kita?

Sebelumnya kita harus mengetahui beberapa hal yang dapat memicu kenaikan harga saham menuju harga wajarnya.

  1. Market baru menyadari kinerja perusahaan tersebut. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi, apalagi BEI sekarang beranggotakan lebih dari 400 emiten.
  2. Pembelian oleh pemain besar. Dalam hal ini seringkali para pemain asing melakukan pembelian dalam jumlah yang cukup besar terhadap saham-saham yang secara fundamental dirasa cukup murah. Hal ini akan memicu kenaikan harga saham yang bersangkutan.
  3. Adanya corporate action, a.l: stock buyback, dividen, dll. Manajemen perusahaan yang merasa bahwa harga sahamnya dihargai terlalu rendah akan cenderung melakukan pembelian kembali sahamnya. Hal ini akan sangat menguntungkan para investor karena harga sahamnya akan cenderung naik.

Apabila saham kita tidak naik-naik juga bagaimana? Tenang. Masih ada yang bisa kita lakukan. Ada beberapa langkah yang dapat kita tempuh untuk mengurangi risiko lambatnya kenaikan portfolio kita.

  1. Melakukan diversifikasi. Tidak perlu seekstrim Ben Graham. Memecah portfolio ke dalam 5-6 jenis saham sudah cukup aman bagi kita.
  2. Mulai membeli ketika market mulai merespons. Ada kemungkinan kita tidak mendapatkan harga terendah namun lebih aman bagi kita karena dibantu oleh market.
  3. Pilih saham-saham yang memberikan dividen cukup besar secara konsisten. Tanpa kita sadari, kenaikan kinerja secara konsisten tanpa dibarengi dengan kenaikan harga saham akan menyebabkan jumlah dividen yang kita dapatkan dari tahun ke tahun semakin besar.
  4. Berdoa :). Selalu ada kemungkinan kita mengalami kerugian. Itulah seni dari investasi. Oleh karena jangan lupa berdoa.

2 thoughts on “OK, Saya Berhasil Mendapatkan Saham Bagus dan Murah, Tapi Kapan Naiknya?

  1. tolong emailkan ke saya saham2 di indonesia yg fundamentalnya bagus..
    yg belum naik.. itu yg penting..
    kalo sempat yg sudah naik jg boleh
    thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s