Gallery

Memilih Saham dengan Menggunakan “Magic Formula”

Memilih saham seringkali dikaitkan dengan sesuatu yang kompleks dan menyebabkan banyak orang beranggapan bahwa kemampuan untuk memilih saham hanya dapat dilakukan oleh para professional di bidang tersebut. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang ada beberapa kondisi yang menyebabkan diperlukannya perlakuan khusus untuk menganalisa suatu saham. Untungnya, dalam banyak kasus tidak seperti itu.

Adalah seorang Joel Greenblatt yang memperkenalkan “Magic Formula”, suatu metode untuk melakukan pemilihan saham. Joel Greenblatt adalah pendiri dari sebuah hedge fund yaitu “Gotham Capital”. Kata ‘magic’ sendiri bisa menimbulkan berbagai macam penafsiran. Joel Greenblatt sendiri memberikan istilah “magic formula” karena memang dia dapat menunjukkan bahwa proses pemilihan saham dapat dilakukan secara sederhana. “Magic Formula” ini diperkenalkan oleh Joel Greenblatt dalam bukunya yang berjudul “Little Books That Beats The Market”. Metode ini masih jauh lebih sederhana apabila dibandingkan dengan metode pemilihan saham ala Benjamin Graham yang telah dibahas pada artikel sebelumnya.

Filosofi dari “Magic Formula”

Basis dari “Magic Formula” adalah value investing dengan menambahkan faktor katalis (pemercepat) sehingga saham-saham yang kita pilih dapat memberikan return pada kita dalam waktu yang lebih singkat.

“Magic Formula” sendiri menyandarkan pemilihan saham pada dua kriteria:

  1. Cari saham dengan ROC (Return on Capital) yang tinggi.
  2. Cari saham dengan earnings yield yang tinggi.

Cukup sederhana bukan?

ROC yang tinggi akan memberikan kita indikasi bahwa suatu saham memberikan return yang tinggi terhadap nilai investasi kita sedangkan Earnings Yield yang tinggi memberikan kita indikasi bahwa suatu saham dijual dengan harga yang murah. Kombinasi dari kedua hal tersebut akan membantu kita dalam usaha untuk menemukan saham-saham yang potensial untuk dijadikan sebagai ladang investasi.

Lebih Jauh Mengenai ROC dan Earnings Yield ala Joel Greenblatt

Walaupun secara umum kita dapat mencari definisi dari ROC dan Earnings Yield di Internet, Joel Greenblatt sendiri melakukan suatu modifikasi terhadap kedua parameter tersebut agar lebih bisa mewakili konsep “Magic Formula”. Bagaimana kinerja dari “Magic Formula” ini? Hasil back-testing dengan menggunakan metode ini menunjukkan bahwa portfolio bentukannya menghasilkan return rata-rata 30,8% per tahun dari tahun 1988 sampai dengan tahun 2004, atau sekitar 2,5 kali lipat lebih besar daripada return S&P 500. Hasil tersebut cukup fenomenal mengingat proses pembentukan portfolionya yang hanya menggunakan dua kriteria. Mari kita mencoba memahami kedua kriteria tersebut.

Menurut definisi dari Joel Greenblatt, ROC adalah merupakan hasil pembagian EBIT (Earnings Before Interest & Tax) dengan jumlah Capital Employed (Modalnya yang dipergunakan). Ok, mari kita bedah komponen-komponen tersebut satu persatu. Berbeda dengan ROA yang membagi Net Earnings dengan Total Aset, Greenblatt memilih untuk menggunakan EBIT sebagai pembilang karena dapat lebih menggambarkan seberapa besar laba perusahaan sebelum adanya pengaruh dari bunga pinjaman yang harus dibayar serta kewajiban pajaknya. EBITDA ini mirip dengan Operating Profit. Mengenai pembaginya yaitu Capital Employed, Greenblatt mendefinisikannya sebagai jumlah dari dari net working capital (current assets – current liabilities) dan net fixed assets.

ROC = EBIT / (Net Working Capital + Net Fixed Assets)

Mengenai Earnings Yield, definisi umum menyatakan bahwa Earnings Yield adalah kebalikan dari P/E ratio. Jadi, suatu saham dengan P/E 20 dikatakan memiliki earnings yield 5%. Joel Greenblatt memodifikasi rasio tersebut dengan melakukan membagi EBIT dengan apa yang ia sebut dengan “Enterprise Value”. Enterprise Value merupakan jumlah dari nilai pasar dari ekuitas (jika dinyatakan per lembar sahamnya disebut juga dengan harga saham J ) dan utangnya. Dengan menggunakan definisi ini, Greenblatt mengukur kinerja suatu saham sebagai suatu kesatuan bisnis, termasuk utang-utangnya. Definisi standar earnings yield (EPS/Price) seringkali menyesatkan karena tidak melibatkan utang dalam perhitungannya.

Earnings Yield = EBIT per lembar saham / (harga saham + jumlah utang per lembar saham)

Cara Kerja “Magic Formula”

Setelah menghitung ROC dan Earnings Yield masing-masing saham, lakukan pemeringkatan terhadap saham-saham tersebut berdasarkan kedua kriteria tersebut. Saham dengan ROC tertinggi akan berada pada peringkat satu. Demikian pula dengan Earnings Yield. Saham dengan Earnings Yield tertinggi akan berada pada peringkat 1. Langkah selanjutnya adalah menjumlahkan peringkat suatu saham untuk kedua kriteria tersebut.  Jadi jika suatu saham berada pada peringkat 10 untuk ROC dan berada pada peringkat 5 untuk Earnings Yield,maka saham tersebut memiliki skor 15. Semakin kecil skornya, semakin bagus saham tersebut. Langkah terakhir adalah memilih saham-saham dengan skor terkecil. Jumlah saham yang kita pilih terserah kita sendiri. Sekedar mengingatkan, sebaiknya kita tidak memasukkan saham-saham perbankan karena nature bisnisnya menyebabkannya memiliki debt yang sangat besar sehingga akan menimbulkan bias dalam pemilihan kita.

Penerapan “Magic Formula” untuk Saham-Saham LQ-45

Jika diterapkan pada saham-saham LQ-45, hasilnya adalah sebagai berikut:

Kita lihat bahwa berdasarkan “Magic Formula”, BUMI berada peringkat teratas dan TLKM berada peringkat kedua. Tentu saja kita sebaiknya tidak menelan hasil screening ini mentah-mentah karena masih ada pertimbangan-pertimbangan lain sebelum kita memutuskan untuk berinvestasi pada suatu saham.

Disclaimer is on.

9 thoughts on “Memilih Saham dengan Menggunakan “Magic Formula”

  1. Pingback: Review Buku: Rumus Ajaib Menaklukkan Pasar | Pojok Ide Investasi

  2. Hello,

    Apa bisa ditampilin Magic formula table nya untuk tahun 2011 berdasarkan data tahun 2011 ? lalu mengenai (Net Working Capital + Net Fixed Assets)

    1. apakah net working capital = Cash & Equivalent ?
    2. Apakah Net Fixed Asset = Total Equity ?

    terima kasih

  3. Pingback: Saham-Saham Pilihan 2012 (Bag. 4): Hasil Screening dengan Magic Formula | Pojok Ide Investasi

  4. Pingback: Saham-Saham Pilihan 2012 (Bag. 4): Hasil Screening dengan Magic Formula at Investor Sableng

  5. @Steve
    Ini pertanyaan yang butuh lama untuk diberikan jawabannya karena berkaitan dengan ribuan data hehehe

    @Asep Sopyan
    Seperti naik sepeda kok. Sekali paham bakal paham terus🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s