Gallery

Belajar dari Kesuksesan Turtle Traders

Richard Dennis, sumber: TheBull.com.au

Kali ini saya tidak bercerita mengenai analisa fundamental. Untuk mengawali weekend ini, saya akan mendongeng mengenai salah satu legenda trader yang menganut prinsip trading trend-following, yaitu para turtle traders. Apa yang menyebabkan para trader ini istimewa? Para trader ini awalnya adalah orang-orang yang tidak mengetahui apa pun tentang bursa saham/pasar komoditas dan kemudian dilatih secara serius untuk menjadi trader profesional.

Adalah seorang Richard Dennis yang pada suatu hari  memasang iklan satu halaman penuh di sebuah Wall Street Journal pada tahun 1983. Dalam iklan tersebut, Dennis mencari sekitar 10 orang untuk dilatih menjadi trader profesional. Masing-masing calon trader tersebut akan mendapatkan uang $1 juta sebagai modal trading. Richard Dennis sendiri adalah seorang trader komoditas yang cukup dihormati di dunia trading karena berhasil menumbuhkan modal dari hanya $5,000 menjadi lebih dari $100 juta pada dekade ’80-an. Iklan tersebut merupakan bagian dari eksperimen dunia nyata yang dirancangnya bersama rekannya William Eckhardt untuk membuktikan argumennya bahwa kemampuan trading itu dapat diajarkan. Eckhardt sendiri memiliki pendapat yang berlawanan dengan Dennis. Dia berpendapat bahwa kemampuan trading ditentukan oleh faktor genetis dan tidak dapat diajarkan.

Hasilnya, dua kelas berisi 14 orang yang pada awalnya buta mengenai dunia  trading mampu melipatgandakan modal tradingnya menjadi $175 juta hanya dalam waktu 5 tahun. Salah satu turtle, R. Jerry Parker, Jr. tercatat sebagai salah satu ”Top Wall Street Player” versi majalah Financial World pada tahun 1994. Peringkat nomor satu diduduki oleh George Soros. Parker menduduki peringkat ke-25. Cukup mengagumkan mengingat karir tradingnya diawali dari nol.

Filosofi Trading

Dennis dan Eckhardt menanamkan filosofi trend-following (mengikuti trend) kepada para Turtle dalam melakukan trading. Artinya, mereka akan bertindak (long atau short) ketika trend terbentuk dan kemudian mengikutinya. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dengan berada pada posisi yang tepat dalam suatu trend. Sangat sederhana (dalam teorinya) namun tidak mudah untuk menerapkannya di dunia nyata.

Seorang Turtle harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut sebelum memulai trading (The Complete Turtle Trader – The Legend, The Lessons, The Results):

  1. Bagaimana kondisi pasar?
  2. Bagaimana volatilitas pasar?
  3. Berapa jumlah modal yang akan digunakan untuk trading?
  4. Apa arah dan sistem trading hari ini?
  5. Bagaimana manajemen risikonya?

Filosofi trading yang bagus harus diikuti dengan rule agar dapat mengurangi unsur subjektivitas. Rule yang diikuti oleh turtle trader adalah sbb:

  1. Perhatikan harga nya dan jangan bergantung pada informasi yang masuk.
  2. Uji beberapa paramater untuk sinyal beli dan sinyal jual. Pilih parameter paling optimal.
  3. Rencanakan exit seperti kita merencanakan entry. Kita harus memiliki kriteria kapan harus masuk dan kapan harus keluar dari posisi.
  4. Gunakan Average True Range untuk menghitung volatilitas. Ambil posisi lebih besar saat volatilitas rendah dan ambil posisi lebih kecil saat volatilitas tinggi.
  5. Jangan mengambil posisi lebih dari 2% dari modal untuk satu posisi trading.
  6. Jika kita menginginkan return yang tinggi, jangan takut dengan penurunan yang besar pula.

Sebenarnya jika dijabarkan per poin, rule yang diikuti oleh Turtle Trader cukup rumit. Sebagai langkah awal, sebaiknya kita memahami filosofi dari metode trading yang diterapkan oleh para Turtle. Pada dasarnya, seorang Turtle Trader akan mencari momen breakout yang membentuk trend baru. Trend inilah yang akan terus diikutinya sampai dengan suatu kondisi yang mengharuskannya untuk keluar dari posisi. Untuk masa sekarang ini sepertinya rule tersebut menjadi rule yang umum bagi para trader namun pada tahun ’80-an, Richard Dennis adalah salah yang pertama yang dapat membuktikan bahwa hal tersebut dapat dilakukan.

Jika masih penasaran, detil dari trading rule dapat diunduh di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s