Gallery

ASGR: Astra Group yang Sering Terlewatkan

Astra Graphia (ASGR) adalah salah satu perusahaan di bawah Astra Internasional. Meskipun berkinerja cukup baik, grup ini jarang dilirik karena mind set orang pada umumnya Astra adalah raja otomotif. Bagi saya pribadi, justru ketidakpopulerannya itu menarik saya untuk memasuki lembaran-lembaran laporan keuangannya.

Singkat kata, rasio-rasio ASGR adalah sebagai berikut:

Growth yang rendah, PER rendah, ROE tinggi, dan DER yang cukup kecil memberikan indikasi bahwa perusahaan ini berada dalam kondisi mature. ASGR sendiri masih berusaha memperpanjang fase pertumbuhannya dengan mengembangkan salah satu segmen usahanya yaitu Information & Communication Technology Solution. Segmen usaha ini cukup menjanjikan dan pada tahun 2009 mampu mencetak laba bersih dan tidak merugi seperti tahun sebelumnya. Secara umum dapat saya katakan bahwa kondisi keuangan ASGR cukup kokoh walaupun tidak menunjukkan growth yang tinggi.

Dengan P/E ratio hanya 6.3, ASGR cukup menarik bagi saya untuk melakukan valuasi. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Walaupun memiliki growth yang rendah, saat ini ASGR diperdagangkan di bawah harga wajarnya. Pada level harga saat ini, ASGR masih berpotensi bergerak ke 508 pada akhir tahun dengan margin of safety sebesar 18.16%.

14 thoughts on “ASGR: Astra Group yang Sering Terlewatkan

  1. kalo boleh tau, cara dapet data2 seperti important ratios dan ASGR value gimana ya??
    mw belajar analisa ini, tapi data lengkap cari dmn ya?

  2. Pak Parahita, EPS 65 itu dari mana ya dapatnya ? EPS rumusnya kan laba bersih : jumlah saham beredar. Sedangkan laba bersih 2010 masih belum diketahui. Apakah itu hanya proyeksi Bapak saja ? terus untuk proyeksi pertumbuhan EPS kenapa harus 9.04 % Pak ? Dalam valuasi UNVR sebelumnya Bapak bilang jika rata-rata EPS kurang dari 15 % maka gunakan 10 %.

  3. Berdasarlam valuasi UNVR yang Bapak lakukan sebelumnya prosedurnya seperti dibawah ini :

    * Jika P/E lebih dari 20, gunakan proyeksi P/E 17
    * Jika P/E kurang dari 20, gunakan proyeksi P/E 12

    Itu ASGR EPS proyeksi nya kan 101.
    101 x 12 = 1212
    101 x 17 = 1717

    Berdasarkan harga yang Bapak dapatkan 806. itu tidak ada dalam prosedur di atas.

  4. @Candra
    Sekalian dijawab semuanya aja ya:
    Saya memang menggunakan proyeksi EPS karena kalau menggunakan yg current ketinggalan.
    Mengenai EPS growth, sepertinya memang infonya kurang lengkap ya. Lengkapnya gini:
    EPS growth > 15% –> EPS growth = 15
    10% < EPS growth EPS growth = 10
    EPS growth pakai EPS growth yg didapatkan

    Projected stock price = EPS 2015 x Proj. PE

    Mengenai projected P/E rulenya seperti ini:
    P/E > 20 –> P/E = 17
    12 < P/E P/E = 12
    P/E pakai P/E yg didapatkan

  5. Earning per Share tahun 2009 adalah 50 dengan proyeksi 10 % seharusnya.
    EPS 2010 = 50 x 1.10 = 55
    EPS 2011 = 55 x 1.10 = 60.5

    Dengan proyeksi 15 % sesuai yang Bapak bilang.
    EPS 2010 = 50 x 1.15 = 57.5
    EPS 2011 = 57.5 x 1.15 = 66.125

    “EPS growth > 15% –> EPS growth = 15
    10% < EPS growth EPS growth = 10"

    Disitu koq pada tahun 2011 mulainya 65 langsung ya Pak ?

  6. Kalau saya memang update estimasi terus dari quarter ke quarter sehingga bukan seperti itu cara proyeksinya.

    Mengenai 810 dan 806 apakah penting untuk dibahas perbedaannya? cuma 4 angka lho. Angka yg saya masukkan itu asalnya dari file excel (ada pembulatan) sehingga pasti berbeda.

    Saran saya, coba lebih konsen ke filosofi valuasinya dan bukan teknikal njelimet cara perhitungannya.

  7. Saya belajar dari website Bapak dari pas Bapak post yang UNVR, makanya saya bingung koq beda hasil perkaliannya. Saya dari kemarin Sabtu mencari angka tersebut dari mana dapatnya. Terima kasih Pak karena sudah menjawab pertanyaan saya. 806 – 810 memang tidak jauh berbeda. Namun saya ingin tahu Pak asal usulnya.

  8. Selamat malam Pak Parahita, saya ingin tanya untuk perusahaan yang baru go public. Kalau metode valuasi dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow. Data dividen kan diperlukan untuk beberapa periode ke belakang. Saya mau coba valuasi BJBR. Tapi saya search di yahoo finance tidak ada Pak dividennya. Apakah valuasi nya perlu menggunakan dividen sebelum dia go public ? terima kasih.

  9. Pingback: ASGR: Looks Cheap | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s