Gallery

Sekilas Mengenai BBTN

Bank Tabungan Negara (BTN) yang mulai melantai di bursa pada tahun 2009 dengan kode BBTN selama ini dikenal sebagai penyalur kredit perumahan. Berdasarkan laporan tahunan tahun 2009, market share BBTN untuk kredit perumahan adalah 25,6%. Satu hal lagi yang mengukuhkan BBTN sebagai penyalur kredit perumahan adalah penguasaan pasar sebesar 97% untuk kredit perumahan bersubsidi. Subsidi untuk kredit perumahan diberikan dalam bentuk keringanan pembayaran uang muka serta pemberian bunga yang lebih rendah daripada bunga untuk kredit komersial.

Setelah sekian lama bermain di market segment menengah ke bawah, mulai tahun 2010 BBTN mulai memperluas market segmen sampai dengan menengah ke atas. Langkah BBTN ini perlu kita pantau karena saat ini pemain di level menengah ke atas dikuasai oleh pemain-pemain besar seperti BCA, Danamon, dan Bank Mandiri. Tidak akan semudah itu BBTN menembus segmen market tersebut.

Satu hal lagi yang perlu dicermati adalah dibukanya keran untuk penyaluran kredit perumahan bersubsidi yang berpotensi mengancam posisi BBTN. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya ke depan.

Berikut adalah cuplikan kinerja BBTN selama 5 tahun terakhir:

Selama 5 tahun terakhir, terlihat bahwa terjadi kenaikan pendapatan bunga kecuali pada tahun 2007. Saya masih bisa mentoleransi hal tersebut karena pada tahun-tahun setelahnya pendapatan bunganya kembali naik dengan mantap.

Hal lain yang menarik perhatian saya adalah adanya tren penurunan ROE. Walaupun pada tahun 2009 BBTN melakukan IPO yang menambah ekuitasnya, penurunan yang konstan ini belum terjawab. ROE tahun 2009 sebesar 18.27% menjadi lampu kuning. Biasanya saya mematok ROE minimal 20% untuk investasi.

LDR (Loan to Deposit Ratio) BBTN terbilang cukup tinggi (rata-rata di atas 100% selama 5 tahun terakhir). Meskipun bisa mendongkrak kinerjanya, di sisi lain tingginya LDR ini juga meningkatkan risiko operasional BBTN.

Jika kita mengabaikan penurunan laba bersih pada tahun 2006, didapatkan growth rata-rata BBTN adalah 10.35%. Dengan harga saat ini di level 1,820 dan EPS tahun 2009 sebesar 76 (PER = 23.95x), maka didapatkan PEG ratio = 23.95/10.35 = 2.31. Biasanya PEG maksimum yang bisa saya toleransi adalah 1 sehingga PEG BBTN ini terlihat sangat tinggi.

Kesimpulan: Untuk saat ini saya masih belum berminat pada BBTN. BBTN harus mampu mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sehingga dapat memperbaiki kinerjanya.

Disclaimer is on.

3 thoughts on “Sekilas Mengenai BBTN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s