Gallery

PGAS: High Growth Potential with some Challenges

Sumber: http://www.aginova.com

The Story

Core business PGAS adalah penyediaan gas baik untuk segmen industri maupun rumah tangga. Bidang usaha PGAS dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Distribusi gas bumi
  2. Transmisi komersial gas bumi.

Unit usaha distribusi PGAS melayani segmen industri, komersial, dan rumah tangga, sedangkan unit usaha transmisi komersial gas bumi menyediakan layanan transport gas dari bagi kliennya.

Supplier terbesar PGAS adalah PT. Pertamina dan ConocoPhillips.

Sebagai sebuah bisnis, PGAS terlihat cukup menarik. Dengan menguasai sekitar 93% pangsa pasar distribusi gas bumi, bisa dibilang PGAS hampir memonopoli bisnis ini. Suatu hal yang sangat diidam-idamkan oleh setiap pengusaha.

D/E ratio PGAS sendiri cukup mengesankan. Pada tahun 2009, D/E ratio PGAS adalah 0.99, turun drastis dari 1.88 pada tahun 2008 silam. Kontribusi turunnya tingkat utang PGAS adalah pelunasan guaranted notes lebih awal.

Kontribusi pendapatan per unit usaha PGAS adalah sebagai berikut:
Distribusi gas: 90.88%
Transmisi gas: 9.01%
Sewa Fiber Optik: 0.11%

Terlihat bahwa distribusi gas mendominasi pendapatan yang diperoleh. Pendapatan di unt distribusi ini sebagian besar disumbang oleh sektor industri (98.30%).

Pada tahun 2009, laba bersih PGAS mengalami lonjakan yang sangat drastis, yaitu sebesar 883% menjadi Rp 6.23 triliun. Sayangnya terdapat sumbangsih yang cukup signifikan dari laba kurs terhadap kenaikan tersebut. Tercatat laba kurs tahun 2009 adalah sebesar Rp 1.24 triliun. Not a good thing karena laba kurs hanya sesekali terjadi. Satu hal yang masih bisa mengobati kekecewaan saya adalah adanya kenaikan pendapatan distribusi sebesar 45%. Kenaikan pendapatan ini saya nilai cukup sehat karena ditopang oleh kenaikan volume distribusi sebesar 37%.

Tahun 2010 merupakan tahun yang sangat menantang bagi PGAS yang diuntungkan dengan kenaikan harga gas sebesar 15% serta tingginya demand namun di sisi lain terdapat potensi kekurangan supply gas. Hal ini akan mengakibatkan PGAS kehilangan potensi pendapatan. Berdasarkan presentasinya pada bulan Juni 2010, PGAS memproyeksikan bahwa defisit ini akan terjadi sampai dengan tahun 2015. Jika tidak diantisipasi dengan cepat, masalah ini akan secara serius mempengaruhi growth PGAS.

Target PGAS ke depan adalah melakukan distribusi gas via tabung. Untuk mendukung hal tersebut, telah dibangun saluran pipa gas dari Pagardewa – Jawa Barat sebagai terminal LNG. Usaha diversifikasi PGAS ini meskipun cukup menarik namun harus dicermati ulang karena bisnis gas dalam tabung saat ini dikuasai oleh Pertamina. Secara realistis, walaupun berpotensi menguntungkan, PGAS tidak akan bisa menikmati pasar monopoli seperti pada segmen distribusi gas via pipa.

Hal lain yang menimbulkan tanda tanya bagi saya adalah segmen usaha transmisi gas. Walaupun hanya menyumbang 9% dari pendapatan PGAS, patut diperhatikan tingginya beban usaha untuk lini ini. Dengan pendapatan sebesar Rp 1.62 triliun, beban usaha yang harus ditanggung adalah sebesar Rp 1.78 triliun sehingga segmen usaha ini menyumbangkan kerugian sebesar Rp 160 miliar. PGAS harus melakukan sesuatu untuk mengatasi hal ini.

Secara keseluruhan, PGAS memiliki bisnis yang potensial dan cukup layak untuk dilirik sebagai tempat berinvestasi. Monopoli pasar, tingginya demand, dan kenaikan harga akan menjadi source growth PGAS di masa datang. Dengan earning power yang sangat kuat dan tingginya potensi growth, saya tidak terlalu mengkhawatirkan forward P/E ratio yang cukup tinggi (12.6). Dengan cepat PGAS akan mampu menurunkan level P/E ratio tersebut menjadi lebih rendah.

Meskipun begitu, kita harus tetap waspada terhadap adanya potensi supply defisit yang tentu saja akan berpengaruh terhadap pendapatannya.

Valuasi PGAS
Konsensus yang menyatakan bahwa long-term growth PGAS 145% bagi saya terasa tidak masuk akal. Hal tersebut sangat sulit untuk dapat dicapai karena jika benar, dalam waktu beberapa tahun saja mungkin seluruh penduduk Indonesia sudah terlayani. Sayangnya pipa gasnya sepertinya membangunnya membutuhkan waktu yang cukup lama Oleh karena itulah saya hanya berani memberikan growth sebesar 15% untuk valuasinya. Untuk P/E ratio saya memberikan kelonggaran dengan memberikan P/E ratio sebesar 17. Cukup wajar untuk sebuah perusahaan utilitas.

Dengan harga wajar sebesar Rp 4,700, masih terdapat margin of safety yang cukup aman bagi kita untuk berinvestasi pada saham ini.

Disclaimer is on.

6 thoughts on “PGAS: High Growth Potential with some Challenges

  1. Wah ternyata ini ulasan PGAS.

    Ada sedikit perbedaan hasil hitungan saya dgn Pak Parahita.
    Pada step 2, hasil projected stock price adalah 10.546. Sepengetahuan saya (dari yg saya baca di blog ini juga), mestinya ini merupakan hasil perkalian Proyeksi EPS akhir tahun 2015 dengan PER 12 = 620 x 12 = 7440. Lalu, angka 10.546 ini berasal dari mana pak? Soalny, harga wajarnya akan berubah cukup signifikan juga.

  2. Pak Parahita,
    Belum nyambuh nih data2 PGASnya, forecase EPS 308 dpt dari mana Pak ? sy liat dari lap ke Q2 2010 EPS 132 dianualisasi jadi 264..
    Avg PE sy coba cari utk rata2 2010 s/d 2006 = 195.4 dpt 30.78 nya dari mana Pak?
    Dpt info dividentnya dari mana yaa Pak..?
    Terima kasih sebelumnya ..atas pencerahannya.

    salam

  3. Saya menggunakan EPS sampai dengan Q1 2010 untuk forecast, makanya berbeda🙂
    Untuk menghitung rata2 PER, sebaiknya data yang terlalu jauh simpangannya diabaikan karena berpotensi menimbulkan bias.
    Saya biasanya ambil data laporan keuangan di ft.com

  4. oo ok Pak…
    sy coba lihat di ft.com tidak ketemu Pak angka dividen 96, DPS 2009 sy liat ada angka 41.74. Utk EPS sy liat direuters EPS 2010 di 268. Kombinasi 2 var ini menghasilkan div payout ratio 15.57%. Average PE sdh sy keluarkan data 2007 shg diperoleh 30.88. Fair Value nya naik Pak..jadi 5049.
    Tq Pak..pencerahannya…

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s