Gallery

CPIN: Mulai Bangkit atau Hanya Sekedar Mendapatkan Durian Runtuh?

CPIN merupakan kode di BEI untuk saham PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. Core business CPIN adalah produsen pakan ternak, terutama unggas. Unit usaha lain dari CPIN adalah supplier bibit ayam (Day Old Chicks) dan daging ayam olahan. Sebagai market leader di industri ini, sangat menarik untuk menganalisanya.

Operasional dari bisnis ini adalah sebagai berikut:

Sumber: website PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (http://cp.co.id)

Apa yang menyebabkan saya tertarik untuk mempelajari bisnis dari CPIN ini? Pada tahun 2009, CPIN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun, jauh lebih tinggi daripada perolehan laba bersih tahun 2008 sebesar Rp 254 miliar. Tentu saja sangat gegabah apabila kita hanya memandang peningkatan laba bersih hanya dalam satu tahun kemudian memutuskan bahwa bisnis perusahaan tersebut prospektif. Menyadari hal tersebut, saya mencoba untuk mencari tahu data historis dari laporan keuangan CPIN ini.

Berikut adalah cuplikan angka-angka yang diperoleh dari data historis laporan keuangannya:

Secara mengesankan selama 5 tahun terakhir ini, revenue dan laba bersih CPIN terus mengalami peningkatan. Momentum ini dibarengi dengan turunnya Debt to Equity ratio (D/E ratio) dari 2,92 pada tahun 2008 menjadi hanya 0,82 pada tahun 2009. Ditambah dengan mantapnya Return on Equity (ROE) dari tahun ke tahun, maka kombinasi hal-hal tersebut membuat saya mau tak mau memandang CPIN sebagai sasaran investasi yang potensial. Mungkin hanya satu hal yang agak mengganjal, yaitu profit marginnya yang hanya 11,08% yang seharusnya bisa di-offset dengan pertumbuhan laba bersih ke depannya.

Terbetik pertanyaan dari saya. Apakah yang menyebabkan laba bersih CPIN meningkat begitu drastis pada tahun 2009? Walaupun memang CPIN berhasil membukukan peningkatan laba bersih dari tahun ke tahun, peningkatan perolehan laba bersih tahun 2009 tetap terasa spektakuler (535%). Menilik dari laporan tahunan CPIN tahun 2009, pertanyaan saya mulai terjawab. Salah satu lini usaha CPIN, yaitu pakan ternak membutuhkan jagung sebagai bahan baku utama. Pada tahun 2009 ini, harga jagung mengalami penurunan sehingga mengakibatkan harga pokok penjualan (HPP) menurun. Penurunan HPP ini kontan melesatkan laba usaha (operating income) yang meningkat dua kali lipat pada tahun 2009. Adanya laba kurs semakin mendongkrak laba bersih CPIN.

Sampai di sini, saya terhenti sejenak karena mulai merasa ragu apakah kinerja CPIN semata hanya ditopang oleh penurunan harga bahan baku. Permasalahan akan terjadi apabila harga bahan baku, dalam hal ini adalah jagung mulai naik lagi. Hampir bisa dipastikan bahwa laba bersih CPIN akan tergerus.

OK, saya meneruskan membaca laporan tahunannya. Tampaknya manajemen CPIN menyadari bahwa ada faktor windfall profit (durian runtuh) sepanjang tahun 2009. Hal terpenting yang menarik perhatian saya adalah respon dari pihak manajemen dalam menanggapi hal ini. Keuntungan yang gemuk di tahun 2009 dimanfaatkan oleh perusahaan untuk melunasi utang banknya. Hal ini menjelaskan mengapa D/E ratio mengalami penurunan yang cukup signifikan dan bagi saya hal ini sangat bagus. Utang adalah utang yang mengharuskan kita membayar bunga dan jangan dilupakan bahwa utang harus dibayar. Oleh karena itulah kemauan perusahaan untuk melunasi utangnya menjadi nilai positif di mata saya. Dengan utang yang mengecil, perusahaan akan lebih kuat untuk mengarungi lautan ketika badai datang menerpa.

Untuk lebih meyakinkan, laporan kuartal 1 yang telah keluar menunjukkan bahwa laba dari CPIN masih cukup solid dengan EPS sebesar Rp 136, naik tajam dari laba kuartal 1 tahun 2008 sebesar Rp 43. Jika disetahunkan, EPS CPIN adalah sekitar Rp 544. Selanjutnya, mari kita mulai melakukan valuasi.

Valuasi CPIN
Hasil dari valuasi CPIN adalah sebagai berikut:


Tampaknya dengan harga wajar Rp 4,058, CPIN cukup layak untuk dijadikan sasaran investasi.

Disclaimer is on.

9 thoughts on “CPIN: Mulai Bangkit atau Hanya Sekedar Mendapatkan Durian Runtuh?

  1. @Leo

    EPS tahun 2015 Pak untuk yang CPIN.
    Kan waktu saya nulis artikel ttg UNVR itu tahun 2008, jadi wajar kalau yang dikalikan EPS tahun 2013šŸ™‚

  2. bos,ijin copas buat blog …..tq,uda masuk CPIN dari 4000 an,sekarang LET PROFIT RUN target bisa 7000 an…hehehehe…seperti INDF harga wajar 2500-3000,tapi larinya uda hampir 4500-5000

  3. bos, mohon koreksi, hitung saya harga saham CPIN untuk akhir tahun sebelum di present value kan ;
    tahun 2010 5342 ( 8.54 x 625.6)
    2011 6144 (8.54 x 719.4 )
    2012 7065 (8.54 x 827.4)
    2013 8125 (8.54 x 951.5)
    2014 9344 (8.54 x 1094.2)
    mohon koreksi kalau salah

  4. dh
    Mau tanya bagaimana dengan harga wajar CPIN setelah stock split kedepannya ? Saat ini harga CPIN 2425
    Demikian, terima kasih

  5. Pingback: CPIN: Terus Melangkah | Pojok Ide Investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s