Gallery

Midyear BEI: Pertambangan dan Pertanian Paling Perkasa

Krisis keuangan yang melanda dunia sejak tahun 2007 telah merontokkan bursa saham di seluruh dunia, tidak terkecuali BEI. IHSG yang sempat mencapai level tertingginya di 2.840 pada bulan Januari 2008 harus tersungkur di level terendah 1.100 pada bulan Oktober 2009. Dengan kata lain IHSG terjun bebas sebesar sekitar 60% dari titik tertingginya.

Level 1.100 tersebut ternyata telah menjadi bottom dan sampai dengan saat ini (5 Juni 2009), IHSG telah rebound ke level 2.078 atau telah naik sekitar 89% dari titik terendahnya. Pada kurun waktu bulan Oktober – November 2008 IHSG sempat rebound sementara ke level 1.366 dan kemudian jatuh kembali ke level 1.100 pada tanggal 21 November 2008. Tanggal tersebut ternyata menjadi titik balik kebangkitan IHSG.

IHSG

Pada tulisan kali ini saya akan membahas mengenai saham-saham dan sektor-sektor yang bangkit seiring dengan IHSG.  Berikut adalah kinerja industri-industri yang terdapat di BEI:

IndexChangeTampak bahwa indeks seluruh industri mengalami kenaikan. IHSG sendiri telah mengalami kenaikan sebesar 81%. Terdapat 3 industri yang kenaikannya melebihi IHSG yaitu pertambangan (152%), pertanian (141%),  dan aneka industri (122%).  Kenaikan industri pertambangan dan pertanian tidak lepas dari kenaikan harga minyak dunia yang saat ini telah mencapai level US$ 68 per barrel.  Kenaikan indeks aneka industri tidak terlepas dari kenaikan harga saham ASII yang memiliki bobot cukup besar.

Mari kita telusuri saham-saham di dalam industri tersebut satu-persatu.

mining

Terlihat bahwa indeks pertambangan telah mengalami kenaikan sebesar 152%. Kenaikan ini disumbang oleh saham-saham pada sektor batubara (155%), minyak bumi (115%), dan logam mineral (93%).

agri

Terlihat bahwa kenaikan indeks industri pertanian ditunjang sebagian besar oleh saham-saham perkebunan seperti AALI, LSIP, UNSP, dll.

Sektor Pertambangan Batu Bara

coalsector

Terlihat bahwa kenaikan rata-rata sektor pertambangan batu bara adalah 155% dengan P/E rata-rata saham penyusunnya adalah 8,8x. Kenaikan tertinggi pada sektor ini dialami oleh saham BYAN yang mencapai 274%. Sayangnya P/E ratio saham ini saat ini sudah cukup tinggi yaitu 28,9x. Saham lainnya yang mengalami kenaikan yang tinggi adalah ITMG, yaitu sebesar 212%. Yang menarik, P/E ratio ITMG saat ini masih cukup rendah, yaitu 5,4x. P/E ratio yang lebih rendah daripada rata-rata P/E sektor pertambangan batu bara memungkinkan ITMG untuk naik lagi harganya. Saham lain yang mengalami kenaikan lebih tinggi dari kenaikan rata-rata sektornya adalah BUMI. Saham yang kontroversial dan sangat sering menduduki peringkat pertama saham teraktif di bursa ini mencatat kenaikan sebesar 206% dan P/E ratio yang cukup menarik, yatu 7,3x. Saham lain yang cukup menarik adalah ADRO (175%) dengan P/E ratio 9,2x dan PTBA (146%) dengan P/E ratio 8,3. PTBA layak unutk dikoleksi karena secara fundamental masih menjanjikan.

Sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi

oilgas

Saham-saham sektor pertambangan minyak dan gas bumi terkena efek langsung dari kenaikan harga minyak.  ELSA mengalami kenaikan tertinggi sebesar 248% dengan P/E ratio saat ini adalah 17,8. MEDC mencatat kenaikan harga sahamnya sebesar 113% dengan P/E ratio yang sangat rendah yaitu 3,8. Dengan P/E yang masih rendah tersebut, MEDC layak untuk untuk masuk ke dalam portfolio investasi kita.

Sektor Perkebunan

plant

Pada sektor perkebunan, UNSP mencatat kenaikan tertinggi yaitu sebesar 300%, sayangnya P/E ratio saham ini masih negatif.  Saham perkebunan lainnya yang melejit adalah AALI dengan kenaikan sebesar 194% dan LSIP dengan kenaikan sebesar 188%. Sektor perkebunan sampai dengan saat ini masih dibayang-bayangi oleh penurunan harga CPO. Khusus untuk sektor ini, TBLA dan GZCO masih memiliki P/E ratio di bawah rata-rata sektornya (69,8) yaitu masing-masing 14,7 dan 16,8. Apakah kedua saham ini akan mengalami kenaikan lebih lanjut?

Kecenderungan kenaikan harga minyak dunia akan membuat saham-saham pertambangan dan energi berpotensi untuk mengalami kenaikan lebih lanjut, terutama untuk saham-saham yang valuasinya masih cukup bagus. So, apakah Anda berani menjadi seorang highlander?🙂

Disclaimer: Tulisan ini tidak bertujuan untuk memberikan rekomendasi pembelian atau penjualan saham tertentu. Keuntungan maupun kerugian sebagai akibat dari isi tulisan ini bukan menjadi tanggung jawab penulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s