Gallery

Kasus Madoff, Tamparan Keras Bagi Dunia Investasi

Sebelum ini, Bernard Madoff dipercaya kredibilitasnya karena ia adalah mantan CEO Nasdaq, salah satu bursa terbesar di AS. Nasdaq adalah tempat bernaungnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi. Setelah pensiun, mantan CEO Nasdaq ini mendirikan sebuah Hedge Fund bernama Bernard L. Madoff Investment Securities.

Tak dinyana, krisis finansial yang terjadi di AS secara tidak sengaja menguak praktek Ponzi Scheme yang dijalankan oleh Madoff.  Karena krisis yang berkepanjangan, para investor mulai khawatir dengan investasinya dan berusaha menarik dananya yang ditanamkan di hedge fund milik Madoff. Diperkirakan dana yang ditarik oleh para investor adalah sebesar $7 miliar di mana Madoff tidak memiliki kas sebesar itu.  Seperti umumnya kisah skema Ponzi pada umumnya yang ambruk jika terjadi penarikan dana dalam jumlah yang besar. Dalam skema Ponzi, pengelolanya berusaha menarik investor baru agar dana yang diterima dapat dipergunakan untuk membayar investor yang lama.

Hal lain yang juga mengejutkan adalah institusi-institusi yang menjadi korban dari hedge fund milik Madoff ini.  Korban-korban Madoff antara lain adalah BNP Paribas, Nomura Holding, Zurich’s Neue Private Bank, pemilik utama tim baseball New York Mets, Fred Wilpon dan pemilik tim sepakbola Amerika Norman Braman. Korban lainnya adalah Bramdean Alternatives, sebuah perusahaan manajemen investasi asal Inggris serta sebuah hedge fund, Fairfield Greenwich Group. Institusi-institusi dan para investor yang menjadi korban merupakan institusi yang sangat terkenal di dunia keuangan dan investasi.

Sungguh sulit dipercaya bahwa Madoff yang merupakan mantan CEO Nasdaq dan telah berpengalaman trading selama empat dekade dapat melakukan hal seperti ini. Taksiran terendah kerugian yang diakibatkan oleh ulah Madoff ini adalah sebesar $17 miliar. Diperkirakan terdapat $50 miliar dana para investor yang menjadi korban Madoff ini.

Skema Ponzi seperti yang dilaksanakan oleh Madoff ini biasanya dapat berlangsung dalam 2 kondisi:

  1. Adanya tingkat kepercayaan yang tinggi pada dunia investasi dan keuangan, atau
  2. Kurangnya edukasi kepada para investor mengenai kehati-hatian terhadap peluang investasi yang ditawarkan.

Mengingat AS adalah ibukota kapitalisme dan sebagian besar investor yang menjadi korban adalah pemain kelas kakap di dunia investasi, maka kemungkinan besar poin pertamalah yang menjadi penyebabnya. Saya sendiri secara pribadi agak terkejut karena biasanya kasus skema Ponzi hanya ada di negara berkembang seperti Indonesia. Ternyata negara semaju AS pun tidak luput dari kasus seperti ini.

Akibat terkuaknya kasus ini, SEC  (Bapepamnya AS) mendapat kecaman yang cukup keras karena dianggap tidak mampu mendeteksi lebih dini praktik yang dilakukan oleh Madoff ini.  Fungsi pengawasan SEC menjadi dipertanyakan dan mungkin akan menjadi pe-er bagi presiden terpilih Barack Obama.

6 thoughts on “Kasus Madoff, Tamparan Keras Bagi Dunia Investasi

  1. oh..pantesan Chairman SEC diganti oleh Obama.
    investor american kok tidak pernah belajar ya, hedge fund LTCM yg didedengkoti oleh dua orang profesor finance peraih nobel saja bisa bangkrut,apalagi cuma seorang former chairman NASDAQ. Saya pikir problem kedua kasus hedge fund ini sama,yakni masalah over-confidence. LTCM mengeruk dana dari investor tanpa jaminan sepeser pun. Investor terlalu percaya oleh teori arbitrage yg dikembangkan Myron Scholes & Robert Merton. Dikiranya nobel prize winner tidak bisa salah🙂

  2. Baru kali ini Yahudi makan Yahudi🙂
    Btw gw pernah baca di koran, Madoff ini adalah potret hidup sempurna dari seorang manusia. Dia pernah miskin bener (penjaga pantai), pernah kaya bener (punya rumah milyaran), pernah baek bener (dia sering bagi2 duit ke yayasan sosial), pernah jahat bener (bikin orang mati bunuh diri), pernah berkata jujur (dia beritahu cara investasi gilanya ini), pernah tukang tipu (ya kasus ini). Pernah tidur di Hotel yang Mewah bener, Pernah juga tidur di Penjara. Pokoknya semua dia pernah lah…..🙂

  3. Di kita (indonesia raya) juga banyak tuh broker/persh.investasi yang begituan, Kalau gua bilang sih mending jadi bandar judi aja sekalian. Daripada boongin orang tapi ngak transparan.Jaman sekarang: Berbohong boleh asal transparan cuy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s