Gallery

Optimalisasi Penggunaan Simple Moving Average

Jika berinvestasi dengan strategi buy and hold mulai terasa membosankan, sepertinya kita bisa mencoba alternatif lain. Bukan berarti strategi buy and hold jelek. Strategi tersebut bagus dan kita tidak perlu repot-repot mengawasinya. Namun jika kita mau sedikit repot, mungkin kita bisa mencoba strategi lain. Kali ini kita akan membicarakan mengenai analisa teknikal.

Berbicara analisa teknikal kita tidak akan jauh-jauh dari apa yang namanya indikator. Salah satu indikator yang cukup mampu untuk merefleksikan kehendak pasar adalah Moving Average. Mengapa moving average? Yang pasti perhitungan moving average cukup sederhana. Moving average merupakan rata-rata harga beberapa periode ke belakang dari suatu efek. Jumlah periode bisa kita tentukan. Kita bisa memilih 5 periode, 20 periode, 50 periode, dan seterusnya. Bahan-bahan untuk mempelajari dasar-dasar analisa teknikal bisa Anda dapatkan di internet dengan mudah.

Sehubungan dengan indikator moving average, saya mencoba mengoptimalkan penggunaan moving average pada IHSG.

Kira-kira hasilnya adalah seperti ini:

sma_simulationGrafik di atas saya bagi menjadi 3 area. Masing-masing area menunjukkan pilihan periode Simple Moving Average (SMA) yang paling menguntungkan. Data yang digunakan untuk simulasi adalah data penutupan harian IHSG dari tanggal 4 Januari 1984 sampai dengan tanggal 12 November 2008. Fee transaksi pembelian adalah 0.3% dan fee transaksi penjualan adalah 0.4%. Diasumsikan saat portfolio kita full berisi cash, kita mendapatkan bunga 9% annually.

Area-area tersebut adalah:

  1. Area Short Term SMA. Terlihat bahwa penggunaan indikator SMA 37 akan menghasilkan return terbesar (30.084%) selama kurun waktu 1984-2008.
  2. Area Mid Term SMA. Terlihat bahwa penggunaan indikator SMA 71 akan menghasilkan return terbesar (18.479%) selama kurun waktu 1984-2008.
  3. Area Long Term SMA. Terlihat bahwa penggunaan indikator SMA 255 akan menghasilkan return terbesar (10.978%) selama kurun waktu 1984-2008.

Garis horizontal berwarna orange menunjukkan perbandingan return jika kita melakukan strategi Buy and Hold. Terlihat bahwa jika kita berinvestasi dengan mengikuti indikator SMA, hampir semua periode SMA dapat mengungguli strategi Buy and Hold.

Walaupun penggunaan indikator SMA dapat mengalahkan strategi Buy and Hold, hal yang perlu diingat adalah jumlah transaksi yang harus kita lakukan ketika mengikuti indikator ini. Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin singkat periode MA, jumlah transaksi yang kita lakukan akan semakin besar. Mari kita perhatikan gambar berikut:

nooftrxTerlihat bahwa semakin panjang periode SMA yang kita gunakan, semakin sedikit transaksi yang kita lakukan. Ujung-ujungnya adalah berkurangnya fee transaksi.

Kesimpulannnya, SMA 37 memberikan hasil terbaik untuk jangka pendek. SMA 71 memberikan return terbesar untuk jangka menengah. SMA 255 memberikan hasil terbaik untuk jangka panjang. Perlu diingat, hal ini hanya berlaku untuk IHSG karena setiap instrumen investasi akan memberikan respon yang berbeda terhadap periode SMA.

Lebih lanjut, kita dapat mengembangkannya dengan menggunakan berbagai macam periode SMA secara bersamaan. Tentulah hasilnya akan semakin akurat dan yang pasti akan mengurangi jumlah transaksi kita.

Disclaimer is on๐Ÿ™‚

2 thoughts on “Optimalisasi Penggunaan Simple Moving Average

  1. Pingback: Indonesian Reksadana

  2. Permisi, mau tanya, itu gimana caranya bikin simulasi returnnya ya? itu kan untuk IHSG, kalau ada cara membuatnya kan saya bisa coba bikin sendiri mungkin untuk optimalisasi masing2 reksadana….๐Ÿ˜€

    Terima kasih atas informasinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s